FanFiction : BECAUSE FOOTBALL Part 1
- TITLE : BECAUSE FOOTBALL Part 1
- GENRE : FRIENDSHIP, SCHOOL LIFE, AND ROMANCE (MAY BE)
- LENGTH : -
- AUTHOR : MIRA (me)
MAIN CAST :
1. PARK MIYONG (OC)
2. JOEN JUNGKOOK (BTS)
3. KIM TAEHYUNG (BTS)
4. PARK JIMIN (BTS), etc.
_Author
POV_
Sekitar pukul
07.20 pagi, nampak seorang yeoja yang sedang berlari dikoridor. Tanpa sengaja
yeoja tersebut menabrak seseorang. Alhasil badan yeoja tersebut tersungkur ke
lantai. Setali tiga uang dengan keadaan yeoja tersebut, orang yang ditabrak
oleh yeoja tersebutpun sedang meringis kesakitan sembari memegangi pinggangnya
yang terasa sakit.
_Author
POV end_
_Miyong
POV_
Hari ini aku
telat 5 menit datang kesekolah. Ini semua karena Taehyung sahabat sekaligus
teman sekelas ku tidak menjemputku. Ya, hari ini dia tidak masuk sekolah,
karena harus menjemput eommanya yang baru pulang dari luar negeri. Walaupun dia
tidak sepenuhnya salah, ini juga merupakan salahku sendiri yang tidur larut
malam, hanya untuk menonton pertandingan tim kesayangan dan kebanggaanku “REAL
MADRID”.
Ku langkahkan
kakiku dengan cepat menuju kelas, tanpa sengaja dikoridor aku menabrak
seseorang yang berhasil membuat badanku dan badan orang tersebut tersungkur
kelantai. Kupegangi pinggang ku yang terasa sakit sembari melihat kearah orang
yang ku tabrak tadi. Sepertinya sama dengan apa yang ku rasakan, orang itu
memegangi pinggangnya.
“gwenchana
agashi…?” katanya sembari bangun dari tempatnya dan membantuku untuk berdiri.
“gwenchana, jeongmal
mianhae, aku sungguh-sungguh tidak sengaja, sekali lagi mianhae.” Kataku sambil
membungkuk.
“gwenchana”
katanya.
“kalau begitu
aku permisi dulu” ku akhiri percakapan ku dengan orang itu dan kembali ku
langkahkan kakiku dengan cepat menuju kekelas ku.
Ah
ya aku sampai lupa, perkenalkan namaku Park Miyong. Aku adalah salah satu murid
SMA terkemuka yang ada di Seoul. Yeomkwang senior high school. Aku adalah
seorang penggila bola. Tim kesayangan ku “REAL MADRID”, siapa yang tidak kenal
dengan tim besar dan kuat ini. Jika sudah membicarakan masalah bola aku sampai
lupa waktu. Dan setiap pertandingan Real Madrid, aku tidak pernah absen untuk
menyaksikannya. Tapi jangan salah, walaupun aku maniak bola, itu tidak membuat
ku lupa akan kewajiban ku sebagai seorang pelajar. Itu terbukti dengan tetapnya
aku menduduki peringkat dikelasku. Tidak jarang aku menjadi juara umum di
sekolah. Dan satu lagi, kata orang-orang aku memiliki suara yang merdu.
Sehingga pada saat perayaan HUT sekolah tahun lalu, aku menjadi pemeran utama
dalam drama musical.
_Miyong POV end_
_Author POV_
Tibanya
Miyong di depan pintu kelas, ia terdiam sejenak mengatur nafas dan memikirkan
alasan apa yang akan diberikan kepada sonsaengnimnya nanti. Setelah dapat
menstabilkan nafasnya, Miyong mengetuk pintu kelas dengan perasaan takut.
“tok……tok….tok….”
pintu terdengar diketuk, sontak membuat seluruh orang yang berada didalamnya
menoleh ke sumber suara.
“masuk…”
terdengar suara sonsaengnim dari dalam. Miyong mulai membuka pintu dengan perlahan
dan masuk kedalamnya(?).
“Park
Miyong, pukul berapa sekarang???” Terdengar suara sonsaengnim menyambut
kedatangan Miyong dengan wajah yang sangar.
“eee…pukul
07.25 sonsaengnim” jawab Miyong gugup.
“kau
tau, kau sudah terlambat 10 menit dalam pelajaran ku. Untuk itu, silahkan
keluar dan belajarlah di perpustakaan.” Tegas Lee sonsaengnim sambil melotot
kearah Miyong.
“ta..tapikan
sonsaengnim, baru kali ini saya terlambat dalam pelajaran anda, tidak bisakah
anda memberikan toleransi sedikit?? Saya janji untuk hari-hari berikutnya saya
tidak akan terlambat lagi. jebaall….” Rengek Miyong kepada sonsaenngnimnya,
sembari mengatupkan kedua tangannya di dada.
“TIDAK
BISA…tidak ada toleransi, sekarang keluar dari ruangan ini….!!!!!” Bentak Lee
sonsaengnim kepada Miyong sembari menunjuk kearah pintu.
“ne…sonsaengnim..!”
jawab Miyong lesu sambil berjalan gontai menuju pintu.
_Author POV end_
_Miyong POV_
Tepat
seperti dugaanku, belum sepenuhnya tubuhku masuk kedalam ruangan kelas, aku
sudah disambut oleh bentakan Lee sonsaengnim ke arahku. Aku dimarahi dan
dipersilahkan meninggalkan ruangan kelas dengan teriakkan. Hufffft, mimpi apa
aku semalam, sampai mendapatkan hari yang buruk seperti ini.
Aku
berjalan gontai menuju perpustakaan dengan hati yang kesal. Tiba-tiba kurasakan
saku rok ku bergetar. Ku rogoh sakuku dan mengambil ponsel didalamnya. Terlihat
dengan jelas dilayar ponselku, sebuah pesan yang dikirimkan oleh sahabatku
Taehyung, memang aku tidak menaruh nama aslinya di id number nya tetapi ku
ganti dengan “4D”, karena sifatnya yang
terkadang aneh. Dia pun tidak menuliskan nama asliku diponselnya melainkan “si
pendek”, yak ku akui, memang tinggi badanku agak pendek dibandingkan murid
lainnya, tapi aku imutzzz lho. (pd amet
loe miyong).
From:
4D
Hahah….
Bagaimana
harimu???
Apakah
menyenangkan tanpa ku???
aku
rasa tidakkk. Hari ini kau pasti terlambat, dasar pemalas.
Ku
baca tulisan yang terdapat dilayar
ponselku dengan hati yang memanas. Seandainya anak itu berada disini sudah
kujadikan daging cincang dia. Tanganku mulai menari diatas keypad ponselku.
To
: 4D
Hey
kau chingu q atau bukan sih?
Tega
sekali kau berkata seperti itu. Seandainya kau ada dihadapanku, sudah kujadikan
daging cincang kau, awas kau nanti.
Ku
klik tombol send untuk mengirimkan balasan pesan dari sahabatku itu, lalu ku
lanjutkan kembali langkahku yang sempat terhenti gara-gara pesean tadi.
_o0o_
@Perpustakaan
Kutarik
sebuah kursi dan kududuki sambil ku letakkan tangan ku keatas meja yang ada
didepanku dan kutenggelamkan kepala ku di sela kedua tangan ku. Sudah hamper 5
menit aku menunggu balasan pesan dari Taehyung, tapi belum ada tanda-tanda
bahwa ia akan membalasnya. Aku sungguh bosan berada disini, aku hanya ditemani
oleh rak-rak yang berjajar rapi dan buku-buku tentunya, dan tidak lupa satu
orang makhluk hidup yang sedanng asyik berkutat dengan ponselnya, ya makhluk
itu tidak lain dan tidak bukan penjaga perpustakaan.
_Miyong POV end_
_Author
POV_
Tet…tet…tet…!!!!!
Bel tanda jam
istirahatpun berbunyi. Sontak seluruh murid seperti mendapatkan komando berlari
keluar kelas. Ada yang langsung menuju ke kantin, dan ada juga yang ke toilet.
Sama halnya dengan murid-murid lain, Miyong berjalan keluar dari perpustakaan
dan langsung menuju ke kantin untuk memberi makan cacing-cacing yang sedang
demo didalam perutnya. Maklum tadi pagi dia tidak sempat sarapan karena takut
terlambat.
@Kantin
Terlihat 2 orang
yeoja sedang asyik mengobrol sambil sesekali menyuapi makanan yang telah mereka
pesan ke dalam mulut mungil mereka. Salah satu yeoja tersebut melambaikan
tangan kearah seorang yeoja yaitu Miyong, yang sedang bergerak ke arah meja
yang mereka tempati. Tak perlu menunggu lama, Miyong sudah duduk manis
disamping kedua yeoja tadi.
“Miyong-aah
..bagaimana kau bisa terlambat tadi eoh???”
yeoja yang bernama Hyunri bertanya kepada Miyong yang baru datang.
“jangan bilang
kau terlambat karena menonton pertandinngan Real Madrid”, sambung seorang yeoja
yang sejak tadi duduk disamping Miyong, ia bernama Hyora.
“koq tau…???”
Miyong menjawab santai pertanyaan dari chingunya itu. Yang berhasil membuat
kedua sahabatnya berdecak sambil menggeleng-gelengkan kepala mereka.
“aish kau
ini….tidak pernah berubah, selalu bola dan bola yang ada di otak mu. Apa
untungnya menonton pertandingan semacam itu, membosankan dan tidak ada
gunanya”, komentar Hyunri sontak membuat Miyong geram, langsung saja ia angkat
bicara untuk melawan perkataan dari chingunya itu.
“hey, apa
maksudmu bicara seperti itu he??? Manfaat kita menonton pertandingan sepak bola
itu banyak, seperti, kau diajarkan untuk membentuk kekompakkan di dalam tim,
selain itu kau diajarkan tentang sportivitas, dan yang tak kalah pentingnya kau
juga dapat cuci-cuci mata dengan melihat para pemain lapangan hijau yang tampan
dan gagah, contohnya Ricardo Kaka, Cristiano
Ronaldo, Higuain, Ozil dan masih banyak lagi. Mereka semua neomu chalada
namja….” Tutur Miyong panjang lebar yang membuat kedua sahabatnya membentuk
huruf O pada mulut mereka.
“hufftttt…kalau
kita membahas tentang sepak bola pasti akhirnya akan seperti ini. Oh ya, hari
ini Taehyung izin, memangnya kmana dia??” Hyora mengalihkan pembicaraan.
“oww..si hidung
besar, dia sedang menjemput eommanya yang baru pulang dari luar negeri. Emmph
waeyo…???” jawab Miyong enteng dan melontarkan pertanyaan balik kepada Hyora.
“a..aniyo, hanya
saja aneh melihat mu tidak(?) ditemani Taehyung”
“aiisssh…kau
fikir dia bayanganku yang selalu ada dimanapun aku berada???” Miyong menjawab
pertanyaan Hyora dengan sedikit kesal. Dan tidak ditanggapi balik oleh Hyora.
Ia sdar bahwa sahabatnya sedang kesal. Karena memang kekesalan itu terlukis
jelas diwajah Miyong.
_o0o_
Tet….tet…tet…tet….
Bel tanda
berakhirnya pelajaranpun berbunyi. Sontak semua murid Yeomkwang senior high
school bergegas menuju ke gerbang sekolah. Begitupun dengan ke-3 yeoja yaitu
Miyong, Hyora, dan Hyunri yang sedang berjalan di koridor sambil bercakap-cakap.
Drt…drt..drt…!!!
disela-sela percakapan mereka, tiba-tiba ponsel Miyong bergetar, yang membuat
yang empunya agak sedikit kaget, dan segerah merogoh sakunya, ternyata ada
sebuah pesan yang masuk. Segera Miyong membaca pesan tersebut.
From : 4D
Q 2nggu kwu
digerbang, yg cpat ne…
Miyong terlihat
membelalakan matanya, setelah membaca pesan yang dikirimkan oleh Taehyung ,
orang yang sempat membuatnya kesal hari ini. Dengan segera Miyong mempercepat
langkahnya dan tidak lupa berpamitan dengan kedua sahabatnya.
_Author
POV end_
_Taehyung
POV_
Sepulangnya dari
bandara, ku sempatkan diri untuk menjemput Miyong, ya walaupun badan ku masih
sedikit lelah. Aku yakin dia pasti kesal kepadaku akibat pesan ku tadi pagi.
Aku ingin meminta maaf padanya dengan mengantarkannya pulang. Ku kirim pesan
padanya, dan tak sampai 3 menit, tampak seorang yeoja dengan wajah yang agak
kesal menghampiriku. Ya, wajah yang selalu membuatku tersenyum sendiri jika
mengingatnya, wajah yang selalu mengisi tiap lamunanku.
“aisssshh….ternyata
kau lelet sekali, kura-kura saja kalah leletnya denganmu”, ejekku menyambut
kedatangannya.
“kau datang
menjemputku???” itulah kata yang keluar dari mulutnya sembari menunjuk ke arah
dirinya sendiri.
“menurutmu….???
Sudah, ayo cepat naik, anggap ini sebagai permintaan maafku atas pesan yang aku
kirimkan tadi pagi. Araseo???” kataku sembari memberikannya helm yang telah ku
sediakan.
“ne, untuk kali
ini ku maafkan kau”
Mendengar
perkataannya barusan membuatku melukiskan sebuah senyuman diwajahku, ku
hidupkan motorku, dan kurasakan Miyong bergerak menaiki motorku dan duduk manis
dibelakang, sedangkan tangannya memegang punggungku. Entah mengapa saat Miyong
menyentuhku, kurasakan jantungku bekerja begitu cepat. Entahlah aku tak tau,
sebenarnya apa yang ku rasakan saat ini.
Tiba-tiba
kurasakan bulir-bulir bening jatuh dari langit yang berhasil dengan mulusnya
membuat tubuhku dan tubuh Miyong basah kuyup. Ku tingkatkan laju kendaraanku,
yang sontak membuat Miyong menjerit.
“kyaaa…. Dasar
namja pabo, kau berniat membunuhku he???”
“mianhae, kalau tidak
begini kita akan semakin lama kehujanan.” Jelas ku padanya.
“tapi, kalau kau
ngebut seperti ini bisa-bisa nanti aku jatuh”, jawaban dari mulutnya membuatku
dengan refleks menarik tangannya dan membuat tangannya memeluk pinggangku.
“hey…apa yang
kau lakukan???”, jeritnya sambil berusaha melepaskan tangannya dari pinggangku.
Namun dengan sigap kutahan tangannya agar tetap memeluk lingkar pinggangku.
“kalau seperti
ini, aku yakin kau tidak akan jatuh. Diam dan duduk manislah dibelakang
araseo….!!!” perkataanku membuatnya terdiam dan melakukan apa yang ku
perintahkan. Kembali kurasakan detak jantungku tidak karuan, sepertinya aku
jatuh cinta pada sahabatku sendiri. Aishh apa yang aku pikirkan, tidak, tidak
boleh ada rasa seperti ini diantara kami. Ini bisa saja membuat persahabatan
kami menjadi hancur. Cepat-cepat kutepis semua pikiranku itu.
_Taehyung
POV end_
_Miyong POV_
Hatchiiiii……!!!!
Aigo, sepertinya aku demam gara-gara hujan tadi, kurasakan kepalaku berat dan
sepertinya hidungku mengeluarkan cairan bening. Dengan segera kusapu cairan itu
dengan tisu. Kemudian kurebahkan tubuhku sambil memejamkan mata ku. Entah mengapa
saat mataku terpejam bayangan disaat Taehyung menarik tanganku dan membuatku
memeluk lingkar pinggangnya terbayang. Lekas kutepis bayangan itu dengan
membuka mataku. Ku rasa perlakuan Taehyung kepadaku tadi sangat aneh.
Aishh…daripada aku memikirkan itu lebih baik aku lekas tidur agar besok aku
tidak terlambat lagi.
_Miyong pov end_
TBC,,,,,,,,,,,

Komentar
Posting Komentar