Fanfiction : BECAUSE OF FOOTBALL PART 3

TITLE              : BECAUSE OF FOOTBALL PART 3
GENRE            : FRIENDSHIP, SCHOOL LIFE, AND ROMANCE (MAY BE)
LENGTH         : -
AUTHOR        : MIRA IDORA (me)
MAIN CAST    :
1. PARK MIYONG (OC)
2. JOEN JUNGKOOK (BTS)
3. KIM TAEHYUNG (BTS)

4. PARK JIMIN (BTS), etc.

_Miyong POV_
Setelah keluar dari ruang Lee sonsaengnim, terdengar bunyi bel tanda akan dimulainya pelajaran. Akupun bergegas menuju ke kelas. Namun, entah apa mimpi ku semalam, sampai kejadian yang mengejutkanku terjadi. Entah aku dapat mengatakan ini nasib baik atau nasib buruk, akupun tak tahu. Saat ini aku tengah berjalan di koridor. Dan sialnya aku tak melihat benda berwarna kuning licin tergeletak di lantai. Akupun menginjaknya yang menyebabkan keseimbangan tubuhku hilang. Entah orang tak bertanggung jawab mana yang membuang kulit pisang di koridor. Bukankah sudah banyak plank pemberitahuan untuk selalu membuang sampah pada tempatnya, dan begitu banyak bak sampah yang telah disediakan oleh sekolah ini. Mengapa masih ada orang bodoh yang membuang sampah sembarangan.

Mau seperti apapun kesalnya aku karena kulit pisang ini, tak memungkiri bahwa aku telah menjadi korban orang yang tak bertanggung jawab membuang sampah pada temaptnya. Keseimbangan tubuhku hilang. Sudah dapat dipastikan tubuh mungilku akan dengan mulusnya menghantam lantai koridor yang keras. Kupejamkan mataku pasrah menunggu apa yang akan terjadi padaku. Dan anehnya, tubuhku tak menghantam lantai. Dan apa itu?? Dapat kurasakan sebuah lengan kokoh menarik dan mendekap tubuhku. Mataku masih terpejam menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya. Kurasakan hembusan napas halus nan hangat membelai wajahku. Aku tak dapat berfikir panjang, kubuka kedua mataku, dan pemandangan yang menakjubkan menyambut. Sebuah tatapan hangat dari seorang namja yang tampan. Ekspresi wajahnya menggambarkan rasa khawatir. Apa dia khawatir padaku?? Oh Tuhan, jantungku berdegup begitu cepat. Aku tak dapat mengontrolnya. Belum pernah ada namja yang memandang ku dengan tatapan seperti itu. Apa saat ini aku sedang terpesona??? Wajahku memanas, aku yakin saat ini wajahku memerah seperti udang rebus.

Jarak antara kami sangat dakat, seperti yang aku katakana, aku dapat merasakan napasnya menyapu wajahku. Oh ayolah Miyong, sadarkan dirimu, ucapku dalam hati. Setelah beberapa detik, akupun mengerjapkan mataku dan menarik napas. Dalam satu gerakan, ku tarik tubuhku menjauh dari namja itu. Dengan sedikit malu dan canggung aku memulai percakan dengannya.
“akh,,,,gomawo…..kau sudah menyelamatkan ku. Kalau kau tidak ada mungkin tadi aku sudah terjatuh ”. ucapku canggung dan gugup sembari merapikan seragam serta rambutku yang sedikit berantakan seraya membungkuk mengucapkan terima kasih.
 “cheonmaneyo…., lain kali kalau jalan hati-hati ne.” jawab namja itu seraya tersenyum memandang ku yang masih terlihat gugup. Aku bukanlah gadis yang dapat dengan mudah menutupi rasa canggung dan maluku. Dia tersenyum padaku, dan senyumnya menenangkanku, kurasakan sedikit kecanggungan ku menghilang. Senyuman ramahnya membuatku nyaman.
“Chakkaman….. aku rasa, aku pernah melihat mu sebelumnya, tapi dimana yah??” ucap namja itu tiba-tiba. Dia terlihat berfikir keras mengingat sesuatu. Aku sedikit kaget mendengarnya.
“ah, mungkin kau salah orang, aku rasa ini pertama kalinya kita bertemu.” Tangkasku, aku merasa tak pernah bertemu dengan namja ini, aku hanya memasang tampang polos menunggu reaksi dari namja itu.
“aniyo…aku baru ingat kau gadis yang menabrakku di koridor tempo hari kan??” jawaban yang tak terduga dari namja itu membuatku membelalakan mataku terkejut. Akupun berusaha mengingat-ingat lagi kejadian yang menimpa diriku beberapa hari yang lalu. Dan,,,,,,,, bingo, aku pun mengingatnya.
“mwo…??? Jadi orang yang ku tabrak tempo hari adalah kau. Mianhae, waktu itu aku sungguh-sungguh tidak sengaja. Saat itu aku sedang terburu-buru karena takut telat” ucapku dengan tampang bersalah dan sedikit malu. Bayangkan, sudah dua kali aku bertemu dengan namja ini dan dengan moment yang hampir sama. Aku seperti orang bodoh yang selalu membuat namja ini kerepotan. Tempo hari aku menabrak namja ini dan membuatnya terjatuh, dan sekarang aku membuat namja ini menyelamatkan ku dari kerasnya lantai yang akan menghantam tubuh mungilku ini. Apakah namja ini pangeran penyelamatku, seperti yang biasa terjadi di dongeng?? Entah mengapa pemikiran konyolku terlitas sejenak. Ah  dasar Miyong pabo.
“gwenchana…oh yah perkenalkan namaku Park Jimin, kau bisa memanggilku Jimin.”
Ucap namja itu hangat seraya memperkenalkan dirinya kepada ku. Terlihat dengan jelas keramahan yang terpancar dari diri namja ini. Saat tersenyum terukir garis lurus horizontal yang terbentuk oleh matanya. Namun hal inilah yang membuatnya tampak begitu tampan di mataku dan senyumnya menghangatkan jiwa.
“Park Miyong imnida”, balas ku dengan sedikit senyum canggung dan menyambut tangan namja yang bernama Jimin itu. Wah, bukan hanya senyumnya yang menghangatkan, telapak tangannya pun terasa begitu hangat saat bersentuhan dengan kulit tangan ku.
“ammph apa kau murid baru? Rasanya baru kali ini aku melihat mu disekolah  ini.” Sambung ku mencairkan suasana yang sempat sunyi sembari kuperhatikan Jimin.
“ne, kau benar aku adalah murid baru.” Jawab Jimin mengiyakan pernyataan yang kulontarkan. Akupun mulai berpikir, sepertinya namja ini adalah salah satu murid baru yang menyebabkan kegaduhan tapi pagi.
“oh…geurae, berarti kau salah satu namja yang menjadi buah bibir itukan?”
Ku perhatikan Jimin dari ujung kepala sampai ujung kaki, dan kurasa hal itu membuat Jimin sedikit salah tingkah. Dia menggaruk bagian belakang kepalanya yang dapat kupastikan itu tidak gatal sama sekali. Kurasa hal itu merupakan kebiasaanya jika sedang malu. Sungguh namja yang lucu pikirku.
“jinja ?? aish.. berhentilah menatapku seperti itu, itu membuatku malu”
ucap Jimin jujur. Sepertinya dia tidak terbiasa ditatap begitu intens oleh seorang yeoja, apalagi yeoja yang baru ia kenal, pikirku.
“oh mianhamnida, oh baiklah kalau begitu aku permisi dulu. Sekali lagi gomawo ne.” akupun meminta maaf karena telah membuatnya merasa tidak nyaman. Aku pun teringat sebentar lagi ulangan Fisika, aku harus bergegas ke kelas. Ucapanku tadi mengakhiri percakapanku dengan jimin dan akupun bergegas  pergi.

Aku rasa hari ini, hari keberuntunganku, tak sabar rasanya, ingin kuceritakan semua yang kualami ini pada Taehyung, aku ingin tahu bagaimana reaksinya, setelah mengetahui apa yang telah aku alami.
Ku bergegas secepat mungkin menuju ke kelas, karena sepertinya pelajaran selanjutnya sudah hampir dimulai. Jangan sampai aku terlambat, karena hari ini akan diadakannya ulangan harian mata pelajaran Fisika oleh Myungsoo sonsaengnim.

Ya ternyata dugaanku tidak meleset, tepat disaat aku sudah diambang pintu, terlihat Myungsoo sonsaengnim berjalan ke arah kelasku. Tentu saja hal itu membuat ku agak sedikit berlari kearah bangku ku. Kuperhatikan sekelilingku, tampaknya ada sedikit keganjalan, ya benar rupanya, ada yang kurang, Taehyung tidak ada dibangkunya. Kemana anak itu???  Aishhh….dasar 4D pabo, apa dia lupa hari ini Myungsoo sonsaengnim akan memngadakan ulangan.
“baik, anak-anak sekarang letakkan tas kalian kedepan dan kita akan memulai ulangannya.” Perintah sonsaengnim yang langsung membuatku tersadar akan lamunanku tentang Taehyung. Dan perang eee maksudnya ulanagn pun dimulai.
_Miyong POV end_
_Author POV_
Tet……..tet……….
Bel tanda berakhirnya pelajaran hari inipun mulai menggema ke seluruh sudut sekolah, yang membuat seluruh murid berteriak lega. Tampak Miyong yang sedang berjalan sembari sibuk dengan ponselnya. Dia sedang mengirimkan pesan kepada Taehyung. Taehyung tidak masuk kelas mulai dari jam pelajaran pertama hingga jam pelajaran terkahir. Miyong pun sedikit cemas, ia takut terjadi sesuatu pada Taehyung. Karena jarang sekali Taehyung bolos satu hari jam pelajaran. Karena biasanya jika ia ingin bolos hanya pada satu jam mata pelajaran yang menurutnya membosankan.

Miyong bingung harus mencari Taehyung kemana. Pasalnya tidak mungkin dia keluar sekolah, sementara tasnya masih ada di kelas dan motornya masih terparkir dengan rapi di parkiran sekolah. Satu-satunya temapt yang belum Miyong periksa adalah atap sekolah. Miyong merasa bodoh karena tidak berfikir untuk mencari Taehyung ke sana. Miyong ingin mencari Taehyung, tapi dia tidak bisa karena harus menghadiri rapat di ruang aula guna membicarakan tentang drama musical yang akan ditampilakan diacara HUT sekolah. Akhirnya Miyong pun memilih mengirim pesan kepada Taehyung.

To : 4D
4D, neol eoddiseo ???  Dasar pabo, kau tahukn hri ni kta da ulngn Fisika.
Neol gwanchana???
Oh ya, hari ini kau tak usah mengantar q pulang, karena hari ni q akn pulang telat. Tas mu aku letakkan di lokermu. Nanti setelah sampai dirumah aku akan menelpon mu. Annyeong,,,,

Setelah selesai mengirimkan pesan kepada Taehyung, Miyong segera menuju ke ruang aula. Sesampainya di ruang aula, disaat dia akan membuka pintu aula tiba-tiba ada seorang namja yang menerobos masuk dan dengan entah dia sengaja atau tidak namja itu menyenggol Miyong, hingga embuat Miyong  jatuh tersungkur kelantai.
“yakkk…apa kau buta?? Kau tidak lihat aku akan masuk.” Bentak namja itu kepada Miyong. Namja itu terlihat memasang tampang tak bersalah. Hal itu membuat Miyong geram.
“mwoo…,apa kau katakan namja pabo??? Aku….buta??? apa kau tidak salah??? Seharusnya aku yang marah karena kau telah menyenggolku dan membuat ku terjatuh.” Teriak Miyong yang membuat seluruh orang yang sudah berkumpul di ruang aula, menghampiri mereka berdua.
“ada apa ini?? Miyong mengapa kau berteriak seperti itu???” Lee sonsaengnim datang dan menengahi keduanya. Sedangkan murid lainnya hanya diam melihat kejadian itu.
“mianhae sonsaengnim, saya tidak bermaksud membuat keributan, hanya saja orang ini, yang mencari gara-gara dengan saya.” Jawab Miyong membela dirinya, sambil menunjuk kearah namja itu. Namja itu masih dengan tampang tak berdosa memandang Miyong, tentu saja hal itu membuat amarah Miyong semakin bertambah. Namun tampaknya Miyong berusaha menahannya, karena saat ini ada Lee sonsaengnim bersama mereka.
“sudah sudah, ayo sekarang kita masuk dan memulai rapatnya, araseo!”
Lee sonsaengnim menyuruh semua muridnya untuk masuk. Setelah merasa semuanya telah berkumpul, Lee sonsaengnim memulai rapatnya.
_o0o_
Dalam rapat itu, Lee sonsaengnim membagikan peran kepada masing-masing orang. Dan Miyong mendapatkan peran sebagai pemeran utama yeoja, sedangkan pemeran utama namjanya diperankan oleh namja yang tadi sengaja menabrak Miyong, yang diketahui bernama Jeon Jungkook. Namja itu adalah anak dari pemilik yayasan. Dan dia merupakan salah satu siswa baru yang tadi pagi menjadi pusat perhatian. Saat di ruang rapat pun semua siswa tak hentinya memperhatikan Joen Jungkook. Bagaimana tidak, namja ini sungguh sempurna di mata para yeoja, dan membuat para namja merasa iri. Bentuk tubuh yang tegap dan atletis, dengan hidung mancung dan bibir bagian bawah yang terbelah, begitu seksi terlihat. Dan tak lupa kesan imut dari gigi kelincinya, yang membuatnya sempurna tanpa celah. Bukan hanya itu, tatapan matanya tajam penuh makna. Jika dapat diibaratkan, Jeon Jungkook adalah sebuah karya seni yang indah, tubuhnya bagaikan pahatan patung dewa Yunani. Selian itu, dia memiliki suara yang begitu merdu, yang dapat menenangkan hati setiap insan yang mendengarkannya. Tak heran dia pun dipilih menjadi pemeran utama dalam drama musical itu. Selain dapat bernyanyi dengan baik, Jeon Jungkook merupakan dancer yang kompeten serta rapper yang handal.  Coba kalian banyangkan, apakah ada gadis yang tidak terpikat dengan namja ini??? Jika ada gadis seperti itu, maka gadis itu merupakan gadis yang bodoh.

Mungkin kita semua tahu, gadis bodoh yang tak terpikat dengan pesona Jeon Jungkook tidak lain adalah Park Miyong. Park Miyong adalah gadis manis. Sebenarnya banyak para namja yang mencoba mendekatinya, namun selalu di acuhkan oleh Miyong. Hingga mereka menyerah tanpa memberikan perlawanan yang berarti. Dari semua namja yang ada di Yeomkwang senior high school, hanya Taehyung satu-satunya namja yang dapat membuat Miyong nyaman.

Namun jika difikir lagi, memang benar Miyong tak terpikat dengan pesona dari seorang Jeon Jungkook. Hal itu sudah terlihat dari awal pertemuan mereka. Jungkook membuat Miyong marah dan kesal. Alih-alih dia terpikat mungkin kata yang tepat untuk mendeskripsikan perasaan Miyong kepada Jeon Jungkkok adalah dengan kata BENCI. Hal ini terlihat dengan jelas pada saat rapat berlangsung. Miyong memandang Jungkook dengan tatapan penuh amarah. Ditambah lagi yang tak dapat Miyong terima adalah dia dipasangkan denga Jungkook sebagai pemeran utama. Hal itu membuat Miyong frustasi dan mendelik kesal. Miyong tidak tinggal diam, dia berusaha melakukan negosiasi dengan sonsaengnimnya, tetapi nampaknya apa yang dilakukan Miyong tak membuahkan hasil. Semua yang telah disampaikan dalam rapat tidak dapat diganggugugat. Mau tidak mau Miyongpun menerima keputusan yang sudah ada. Sempat terlitas dibenak Miyong untuk mengundurkan diri, namun sebelum hal itu terjadi, nampaknya Lee sonsaengnim sudah mengantisipasinnya. Dengan memberikan syarat bahwa semua yang mengikuti drama musical ini akan diberikan nilai tambah untuk ujian semester bulan depan. Dan yang ingin mengundurkan diri akan mendapatkan sanksi berupa pengurangan nilai dari setiap pelajaran yang di ujiankan. Tentu saja Miyong tidak akan mengambil resiko pengurangan nilai. Dan akhirnya memilih bekerja sama dengan orang yang dibencinya.
_o0o_

Rapat telah usai, dan sekarang waktunya pulang. Miyong menunggu bus di halte, namun tak satu pun bus yang lewat. Tiba-tiba dari kejauhan Nampak seorang namja mengendarai motor. Namja itu adalah Taehyung. Nampaknya ia bermaksud untuk menjemput Miyong. Namun sebelum Taehyung menghampiri, terlihat seorang namja lain turun dari mobil dan menghampiri Miyong. Namja itu juga nampaknya bermaksud untuk menjemput Miyong. Setelah melihat hal itu, Taehyung mengurungkan niatnya dan memilih untuk pulang.
_Author POV end_

_Miyong POV_
Aku sedikit kesal dengan keputusan Lee sonsaengnim yang memilih namja setan itu menjadi pemeran utama namja. Itu berarti aku akan berpasangan dengannya. Menurutku untuk kali ini Lee sonsaengnim salah memilih pasangan. Aku yakin, aku tidak akan bisa bekerja sama dengan seorang namja seperti dia. Dia adalah namja yang sangat menjengkelkan. Tapi aku tidak habis pikir, mengapa bisa para siswi di sekolah ini tegila-gila pada orang sepertiya??? Ckckc,,,,

Rapat telah usai, akupun bergegas manuju ke halte untuk menunggu bus. Biasanya aku akan pulang bersama Taehyung, tapi sekarang tidak aku rasa Taehyung sudah pulang duluan. Dasar 4D pabo, bagaimana bisa dia bolos sekolah hari ini. Sembari sibuk diriku dengan memikirkan Taehyung, tiba-tiba saja datang seorang namja dengan mengendarai mobil menghampiri ku. Namja itu semakin mendekat ke arahku. Aku masih memasang tampang acuh, bukannya sombong atau apa, tapi aku tidak mengenal namja itu. Namja itu mengenakan denim jacket berwarna blue navy, menutup sebagian kemeja yang ia kenakan. Kuperhatikan dengan seksama kemeja yang tertutup oleh jaketnya, kemeja itu terlihat seperti seragam sekolah ku. Ku perhatikan sekali lagi namja yang sudah berdiri tepat dihadapanku itu. Namun aku tak dapat mengenali wajah namja ini, sebagian wajahnya tertutup kacamata hitam.  
“annyeong Miyong-shi…..!” sapa namja itu padaku, membuat ku sedikit mengerutkan kening sambil menatapya heran.
“aaa…annyeong….” Jawabku gugup sambil menerka-nerka siapakah gerangan namja ini.
“apa kau tidak mengenalku Park Miyong-shi….????”
Pertanyaan yang keluar dari mulut namja ini sontak membuatku terkejut. Omo, Bagaimana mungkin ia bisa tau namaku ????.
“bagaiman kau bisa tahu namaku??” Tanya ku dengan polos sambil tetap kuperhatikan namja yang ada di depan ku ini.
“aishhh……...rupanya kau yeoja yang mudah sekali melupakan orang, padahal baru tadi pagi aku menolongmu di koridor”
Jawabnya menyindir sembari menurunkan kacamata yang sejak tadi bertengger dihidungnya.
“aaaa..aku baru ingat sekarang, Park Jimin-shi? mianhae tadi aku tidak mengenalimu, karena kau menggunakan kacamata.” Jawabku sedikit sumringah setelah dapat mengenalinya.
 “aishh…kau tak perlu memanggilku seperti itu, panggil saja aku Jimin.” Ucapnya santai padaku sembari bergerak duduk di sampingku.
“ah, baiklah.  Eeemmp…sedang apa kau disini…?” tanyaku penasaran. Dilihat dari segi manapun, sepertinya tidak ada alasan baginya untuk menunggu bus. Toh dia ke sekolah dengan mengendarai mobil.
 “menurut mu aku sedang apa?” aisssh… dia bertanya balik padaku. Mana aku tahu dia mau apa disini.
“molla….!! Mungkin kau sedang menunggu seseorang” Jawabku singkat.
“sepertinya aku perlu membetulkan perkataanmu, bukan menunggu seseorang tapi menjumput seseorang.” Ucapnya dengan senyuman manis sembari menatapku. Aku hanya dapat ber O ria mendengar penuturannya.
“Aku kesini ingin menjemputmu dan mengantarkanmu pulang, bolehkan???” lanjutnya yang membuatku kaget.
“mwoo…apa aku tidak salah dengar??” begitulah reaksiku, setelah mendenngar perkataannya.
”ani…kau tidak salah dengar, hanya saja aku tidak tega melihat ada seorang gadis menunggu bus sendirian.” Kata-katanya membuatku tertawa.
“gkgkgkgk….apa kau tidak memiliki alasan lain??, alasan yang kau gunakan terlalu berlebihan jimin-shi.” Jawabku santai.
“aaa..sepertinya tidak ada. Sudahlah ayo ku antarkan kau pulang.” Pangkasnya dan menarik tanganku serta menuntunku kearah mobilnya.
“tapi apa aku tidak merepotkanmu??” aku sedikit ragu untuk pulang bersamanya. Tentu saja aku merasa seperti itu, bagaimana tidak, dia adalah namja yang baru aku kenal tadi pagi, selain itu aku takut jika ada orang yang melihat dan berfikir yang macam-macam tentang kami.
“tentu tidak, ayo cepat masuk.” Ujar Jimin santai, dan memaksaku masuk ke dalam mobilnya.
“ne, tapi sebelumnya gomawo sudah mau mengantarkan ku pulang.” Ujarku akhirnya luluh dengan ajakannya.
“gwanchana, kajja….!”
_Miyong POV end_

_Author POV_
Di perjalanan tampak Miyong dan Jimin asyik berbincang-bincang, banyak hal yang mereka bicarakan. Mereka saling berbagi cerita, dan nampaknya keduanya begitu nyaman satu sama lainnya. Jimin menceritakan bahwa dia anak pertama dari 2 bersaudara, dan teryata Jimin merupakan saudara sepupu dari namja yang tadi sempat beradu mulut dengan Miyong, ya, orang itu adalah Jeon Jungkook. Namja yang menurut Miyong bagaikan jelmaan SETAN itu. Menurut Miyong sifat diantara 2 sepupu ini sangat berbeda 360 derajat.

“mwooo….? Jeon Jungkook adalah sepupumu???” Miyong tampak terkejut mendengar penuturan dari Jimin.
“ne…,waeyo…??” ujar Jimin bingung.
“I don’t believe this…! Mengapa sifat kalian sangat berbeda??? Apa kau yakin dia adik sepupumu?” Miyong tak menggubris pertanyaan dari Jimin, malah memberikan pertanyaan balik kepada Jimin.
“mengapa kau bertanya seperti itu??”
“ya..karena menurutku Jeon Jungkook itu merupakan jelmaan dari setan, beda denganmu. Menurutku kau namja yang baik”
Jawaban dari Miyong membuat Jimin sedikit terkejut, dan menyunggingkan sebuah senyuman.
“gomawo….oh ya memangnya kau sudah pernah bertemu denganya???” Tanya Jimin penasaran.
“ne, tadi saat di ruang aula.” Ujar Miying singkat.
“memangnya apa yang kalian lakukan disana??” dari pertanyaannya, nampaknya Jimin penasaran.
“kami terlibat dalam drama musical, yang akan dipentaskan untuk memeriahkan pesta HUT sekolah.” Jawab Miyong.
“ow…lalu apa yang terjadi sehingga membuat mu sangat kesal terhadap dong……” belum sempat Jimin menyelesaikan perkataanya, tiba-tiba Miyong memotongnya.
“Stoooop,” (gaje amet yaah)
“waeyo…mengapa kau menyuruhku berhenti? Jimin tampak bingung.
“karena kita sudah sampai di rumahku …gomawo ne, kau sudah mau mengantarku.”
“ne cheonma…” ujar Jimin.
_Author POV end_

_Jimin POV_
Setelah mengantarkan Miyong pulang akupun bergegas pulang kerumah. Miyong, gadis itu, padahal baru tiga kali aku bertemu dengannya, tapi aku sudah merasa nyaman bersamanya. Sejak pertemuan pertama kami, yang diawali dengan kejadian dimana ia menabrakku di koridor, aku sudah mulai ingin mengenalnya lebih jauh. Dengan melihatnya saja sudah dapat ditebak gadis itu adalah gadis yang baik. Dan ternyata setelah bebincang dengannya, aku dapat pastikan bahwa dugaanku tentangnya benar. Entah mengapa sejak pertemuan kedua kami, saat aku menolongnya di koridor, entah mengapa bagaikan sebuah magnet yang menarikku untuk dapat mengenalnya lebih jauh. Aku sendri tak mengerti mengapa aku bersikap seperti ini terhadap Miyong. Bukan berarti dengan sikapku yang seperti ini lantas dapat kukatakan bahwa aku menyukainya. Aku tidak dapat mengatakan ini perasaan suka atau cinta. Aku hanya menfsirkan bahwa perasaan ini adalah rasa kagumku pada Miyong.

Dari yang aku perhatikan, Miyong memiliki sifat yang berbeda dengan gadis-gadis lainya. Periang dan penuh semangat, apa adanya dan terlihat begitu tulus. Itulah sebabnya, saat pulang sekolah tadi aku sempatkan untuk mengantarkannya pulang. Aku harap dengan begitu, aku dapat lebih dekat dengannya. Ah satu yang aku sesalkan, aku tak sempat meminta contact nya. Aish, dasar Jimin pabo. Aku tak sabar menunggu hari esok dan bertemu dengannya lagi.

~Sulit ku mengartikan rasa ini
~Padahal terlihat jelas dimataku.
~Pikiranku berkata “ya”
~Dan hatiku berkata “tidak”
~”Ah benar, aku hanya mengagumimu”
~Lirih penuh keraguan terucap dari bibrku yang bergetar
_Jimin POV end_

Gimana chingudeul??? Gaje kah??? Menggantungkah ceritanya..??? Pasti kurang seru yya..... mianhae, maklum authornya masih amatiran sih…. Untuk itu diharapkan kritikan dan masukan dari chingudeul. Jangan lupa RCL ne!!!!!!. coment dari kalian adalah energy dan vitamin buat saya untuk emlanjutkan FF nya

Komentar