Fanfiction : BECAUSE OF FOOTBALL PART 4

TITLE             : BECAUSE OF FOOTBALL PART  IV
GENRE          : FRIENDSHIP, SCHOOL LIFE, AND ROMANCE (MAY BE)
LENGTH        : -
AUTHOR       : MIRA IDORA (me)
MAIN CAST  :
1. PARK MIYONG (OC)
2. JOEN JUNGKOOK (BTS)
3. KIM TAEHYUNG (BTS)

4. PARK JIMIN (BTS), etc.

_Taehyung POV_
Ku urungkan niatku untuk menjemput Miyong, saat kulihat ada seorang namja yang turun dari mobil menghampiri Miyong. Aku rasa namja itu adalah namja yang tadi memeluk Miyong di koridor. Kuputar balik kendaraan ku, dan kutingkatkan lajunya.

Saat mendapatkan pesan singkat dari Miyong, aku tadi terbangun dari tidurku. Kuperhatikan sekelilingku, ternyata aku masih berada di atap gedung sekolah. Kurogoh saku celanaku dan menngambil ponselku. Terlihat dilayar menunjukkan pukul 14.00  waktu pulang sekolah. Dan satu pesan singkat dari Miyong.

From : Pendek
4D, neol eoddiseo ???  Dasar pabo, kau tahukn hari ini kita ada ulangan Fisika.
Neol gwanchana???
Oh ya, hari ini kau tak usah mengantar q pulang, karena hari ni q akn pulang telat. Tas mu aku letakkan di lokermu. Nanti setelah sampai dirumah aku akan menelpon mu. Annyeong,,,,

Setelah membaca pesan singkat itu, aku termenung sejenak, kemudian baru kusadari aku tertidur cukup lama. Aish,,,, nampaknya hari ini aku absen ditambah aku tidak mengikuti ulangan fisika. Aku tidak pernah sekacau ini sebelumnya, ada apa denganku?? “cemburu” kata itu terngiang diotak ku. Apa benar aku merasa cemburu kepada namja yang memeluk Miyong tadi??? Apakah ini pertanda bahwa aku memang mencintai Miyong sahabatku?? Aniya, lekas ku tepis pemikiran itu dan begegas pergi meninggalkan atap sekolah yang sepi.

Aku rasa jika Miyong pulang terlambat, sekarang dia pasti berada di halte bus. Lebih baik aku kesana mencarinya, dan mengantarkannya pulang. Seperti yang sudah kujelaskan, belum sempat aku mendekati Miyong yang ada di halte, nampak seorang namja menghampirinya dan mengajak Miyong pulang dengan mobilnya. Dengan melihat hal itu, akupun memutuskan untuk pulang kerumah dan menunggu telpon dari Miyong, setelah itu akan ku tanyakan padanya siapa namja tadi. 
_Taehyung POV end_

_Author POV_
Tibanya Miyong dirumah. Ia sedikit terkejut melihat ada tamu dirumahnya. Sepertinya mereka satu keluarga yang sedang berbincang dengan serius bersama appa dan eommanya.
 “aku pu…laaang.” Kedatangan Miyong membuat seluruh orang yang berada di ruang tamu melihat ke arahnya.
 “eee…chagia, kau sudah pulang nak?” eomma Miyong langsung menyambut kedatangan putrinya, dan menuntunnya untuk duduk di sofa.
“ne eomma, ini ada apa eomma?” jawab Miyong berbisik, sambil menatap bingung ke arah eommanya.
“nanti kau akan tahu chagia…”  tiba-tiba appa Miyong angkat bicara.
“sahabat ku , ini lah putri ku yang ku ceritakan padamu.” Ucap appa Miyong sembari memperkenalkan Miyong.
“ne neomu yaeppo yeoja, ya kan istriku??” ucap sahabat appa Miyong sumringah sembari memandang istrinya.
“ne appa, dia sangat cocok menjadi menantu kita.” Sahut sang istri mengiyakan dengan senyum merekah.
_Author POV end_

_Miyong POV_
Mwo……????? Menantu??? Apa aku tidak salah dengar. Apa appa dan eomma ku sudah gila, ingin menikahkan anaknya yang masih belia ini.
“mwoo…eomma apa maksud dari semua ini, aku butuh penjelasan eomma?”  aku menatap eomma ku dan meminta penjelasan darinya.
“chagia, biar appa mu saja yang menjelaskan padamu ne.” jawab eomma mengelak mejawab pertanyaanku.
“miyong-ah, kau mungkin bingung, biar appa jelaskan padamu, ini adalah sahabat appa dari kecil, mereka datang kesini karena ingin melihat mu. Kami bermaksud ingin menjodohkanmu denngan anak mereka.”
Kata-kata yang keluar dari mulut appa ku bagaikan petir yang menyambar. Aku sungguh tidak dapat menerima semua ini.
“appa, aku ini masih terlalu belia untuk hal semacam ini, aku bahkan belum lulus SMA.” Ujarku mantap penuh penekanan disetiap akhir kata yang aku ucapkan. Hal ini aku lakukan untuk menegaskan bahwa aku sangat tidak setuju.
“ne chagia, kami sudah mempertimbangkan semuanya, kau tenang saja, kami hanya ingin membuat kalian mengenal satu sama lain terlebih dahulu. Ya kan sahabat ku?” ucap appa Miyong sembari meminta persetujuan dari chingu nya.
“ne, kau benar sahabatku.” Jawab chingu appa.
           
Hufft…apa-apaan appa dan eomma ku ini, apa mereka pikir ini zamanya Siti Nurbaya (wkwkw, authornya rada saraf ni, emang di Korea da Siti Nurbaya, ckckck). Aku tidak dapat membayangka calon namja yang akan dijodohkan denganku. Aku sungguh tidak dapat menerima semua ini. Jika menyangkut masalah yang seperti ini, seharusnya appa dan eomma ku memberikan semua keputusan padaku, bukannya menjodohkan ku seperti ini. Aku mengerti maksud mereka, untuk saat ini mereka hanya ingin membuat kami saling mengenal saja, tapi bukan berarti kami akan lansung dinikahkan, tapi aku tidak suka cara seperti ini.
_Miyong POV end_

_Author POV_
Miyong tampak begitu terkejut dengan penjelasan yang diberikan oleh appa-nya sekaligus tidak terima. Dia tidak dapat membayangkan bagaimana rupa dari namja yang akan dijodohkan dengan dirinya. Apakah tidak ada baginya pilihan untuk menolak?? Ia ingin memilih sendiri orang yang akan menjadi pasangannya kelak.
Tiba-tiba ahjuma istri dari sahabat appanya pun angkat bicara.
“Miyong-ah, maaf karena putra kami tidak sempat ikut, tapi lain kali kami akan mengatur waktu untuk kalian dapat bertemu ne…!!”
Ucapnya dengan seulas senyum dibibirnya. Ia tampak begitu bahagia melihat Miyong yang notabennya adalah calon menantunya.
#bayangin_ekspresi_eommanya_Baek_Seung_Jo_di_drama_naughty_kiss
@Kelas
Sejak kejadian perjodohan kemarin dirumahnya, Miyong tampak kurang bersemangat dan membuat semua teman-temanya merasa aneh dengan perubahan sikap Miyong yang berubah 360 derajat itu. Tak terkecuali Hyunri dan Hyora.
“Miyong-ah, ada apa sebenarnya dengan mu??”
 Hyunri angkat bicara karena sejak tadi ia hanya melihat Miyong membolak-balikkan buku tanpa membacanya.
“he’em…ada apa dengan mu, apa kau sangat terpukul karena Real Madrid tidak dapat lolos ke babak final Liga Champions?? Sudahlah kau sabar saja, masih ada pertandingan lainnya yakan?” Hyora ikut menambahkan, namun tak ada jawaban dari Miyong.
“hufftt..Miyong-ah ayolah bicara, jangan seperti ini.”
Rengek Hyunri yang sangat menginginkan jawaban keluar dari mulut Miyong. Mereka sangat merasa tidak nyaman dengan perubahan sikap Miyong yang dari gadis periang, penuh semangat, yang selalu membuat kehebohan di kelas menjadi gadis pendiam seperti sekarang.
Tiba-tiba dari arah pintu terdengar suara teriakan Taehyung.
MIYOOOOONG-AH….
Sontak teriakan tersebut membuat Miyong mengalihkan pandanganya ke arah sumber suara.
“Miyong-ah, mengapa kau tidak memberi tahuku kalau kau akan datang ke sekolah sendiri!! Soalnya tadi saat aku kerumahmu, eomma mu mengatakan kalau kau sudah berangkat ke sekolah. Tumben sekali kau tidak terlambat, biasanya, jika aku tidak menjemput mu kau pasti akan selalu terlambat datang ke sekolah.”
Semua rentetan kalimat yang keluar dari mulut Taehyung sukses membuat Hyora dan Hyunri tercengang. Karena saat mengucapkannya Taehyung tidak memberikan jedah sedikitpun. Namun orang yang tengah ditanya tidak memberikan ekspresi yang sama. Miyong tiba-tiba menangis dan memeluk Taehyung. Tentu saja itu membuat Taehyung terkejut. Dan membuat seluruh siswa yang ada di kelas memandang ke arah mereka.
“hiks…hiks…hiks…hiks…!” terdengar isakan dari Miyong, yang membuat Taehyung membalas pelukan sahabat sekaligus orang yang dicintainya. Ia tidak perduli dengan tatapan orang-orang disekelilingnya. Ia hanya ingin menenangkan Miyong.
“Miyong-ah, menagislah jika itu membuat mu tenang, dan aku akan selalu siap mendengarkan semua keluh kesah mu dan berusaha untuk membantu.”
“4D, kau memang hrus membantu ku , nanti akan ku ceritakan semuanya padamu, araseo!!! Hiks..hiks…hiks..!”
Miyong melepaskan pelukannya dari Taehyung, karena sadar bahwa banyak pasang mata yang tengah melihatnya dan Taehyung,  muka Miyong-pun memerah seperti udang rebus. Bagaimana tidak, ia dengan intens berhambur memluk Taehyung tanpa pikir panjang, dan menumpahkan segala rasa sedih, kesal dan kecewanya.
_o0o_
Tet……….tet………….tet……………
Bel tanda istirahatpun terdengar, semua siswa berhamburan keluar kelas, begitupun dengan  Miyong, namun ia tidak ke kantin seperti biasanya, melainkan ke ruang aula, karena sekarang Lee sonsaengnim tengah mengadakan latihan drama musical. Tampak disana sudah banyak siswa yang berkumpul termasuk Jungkook, namja yang sangat dibenci oleh Miyong.
“Miyong-ah” seorang yeoja memanggil Miyong, yeoja itu bernama Hyorin. Ia adalah salah satu dari beberapa siswa yang ikut berpartisipasi dalam drama musical. Ya dia memang agak dekat dengan Miyong karena mereka tergabung di dalam club pecinta Madrid.
“apa kau menyaksikan pertandingan semalam? Aku tak menyangka bahwa Madrid akan kalah.” Ucap Hyorin lemas.
“nado, aku sangat sedih, aku fikir untuk kali ini Madrid akan mudah memberikan gelar liga champions untuk yang ke-11 kalinya, dengan mengingat bahwa Barca telah dikalahkan oleh Chelsee, aku rasa itu akan mempermudah Madrid untuk menang”
Tiba-tiba, dari arah yang berlawanan, terdengar suara Jungkook yang berhasil membuat Miyong naik darah hanya dengan mendengar suaranya.
 “wkwkwkw….Madrid kalah, itu sudah sepantasnya di terima oleh Madrid, karena untuk tahun ini, dan tahun-tahun berikutnya Madrid tidak akan pernah menang dalam pertandingan apapun, karena semua gelar akan di bawa pulang oleh Barcelona. ” ucap Jungkook penuh percaya diri.
“yak…namja pabo, apa maksudmu berkata seperti itu heh?? Apa kau tidak sadar, Barca juga telah kalah, dan kau katakana apa tadi?? Barca akan membawa pulang semua gelar??? Ckckc dasar kau namja yang tidak memiliki otak, apa kau tidak tahu, bahwa di ajang La Liga, Madrid lah  yang berada di posisi teratas sekarang, sedangkan Barca, telah jauh ditinggalkan oleh Madrid, apa itu yang kau sebut dengan membawa pulang semua gelar he??”
Miyong tampak tertawa sinis di akhir perkataannya sembari menatap tajam kearah Jungkook. Jungkook tampak tak mau kalah, ia membalas semua ucapan yang telah dilontarkan oleh Miyong, yang telah menghina club bola kebanggaannya.
“kaulah yeoja pabo, apa kau lupa bahwa Tahun lalu, Barca lah yang menjuarai La Liga. Dan untuk tahun ini Barca akan tetap mempertahankan gelarnya. MADRIDOG tidak akan berkutik jika berhadpan dengan Barcelona.” Ucap Jungkook mantap penuh keyakinan.
“diam kau, dasar BANCILONA, apa kau tak….” Miyong tak melanjutkan kata-katanya, karena tiba-tiba Lee sonsaengnim datang. Semua orang yang menyaksikan perdebatan keduanya bubar dan  mengabil posisi duduk dengan tertib. Sedangkan Miyong hanya tercengang di tempat menatap Lee sonsaengnim yang mendekat ke arahnya dan Jungkook. 
“Park Miyong , Jeon Jungkook hentikan perdebatan kalian, ckckck, ada apa sebenarnya dengan kalian, setiap kalian bertemu pasti kalian selalu bertengkar. Bagaimana kalian bisa bekerja sama jika selalu seperti ini. Saya harap ini adalah terakhir kalinya saya melihat kalian bertengkar, jika  sakali lagi saya melihat kalian bertengkar, saya tidak akan segan-segan menghukum kalian berdua. MENGERTI???” bentak Lee sonsaengnim kepada kedua murid nakalnya itu.

“NE, Kami mengerti sonsaengnim.” Jungkook dan Miyong menjawab bersamaan.
“Dan kau Jeon Jungkook jangan harap kau akan memdapatkan perlakuan yang istimewa di sini hanya karena kau adalah anak dari pemlik yayasan. Semua siswa di sekolah ini sama. Kau mengerti???” ujar Lee sonsaengnim dengan tegas.
“ne sonsaengnim.” Jawab Jungkook patuh. Namun terlihat dengan jelas bahwa ia menahan kekesalannya. Terutama kepada Miyong, yang telah menyulut api amarahnya. Jungkook pun heran, entah mengapa jika bertemu dengan Miyong ia menjadi tidak dapat menahan emosinya.
_o0o_
Entah bagaimana caranya, latihanpun selesai dengan sempurna. Miyong dan Jungkook sangat professional dalam melakukan latihan untuk drama musical itu. Walaupun keduanya sering bertengkar, namun saat latihan berlangsung, entah mengapa mereka memperlihatkan kekompokkan yang sangat solid. Melupakan sejenak pertengkaran diantara mereka. Jika orang yang tidak mengetahui bahwa keduanya tidak akur, mungkin dengan melihat sesi latihan mereka orang tersebut akan beranggapan bahwa keduanya saling memahami dengan sangat baik. Setelah latihan usai semua siswa kembali ke kelasnya masing-masing termasuk Jungkook dan Miyong.
_Author POV end_

_Jungkook POV_
Dasar yeoja crazy, awas saja nanti akan ku balas semua perbuatanya padaku. Aku tidak terima dikatakan seperti itu oleh Lee sonsaengnim. Ini semua gara-gara yeoja jelek itu.
Aku bergegas melangkah menuju ke pintu aula dan sengaja ku tunggu yeoja pabo itu keluar. Ah itu dia, pucuk dicita ulam pun tiba.
“yak kau yeoja pabo, gara-gara kau aku dimarahi oleh Lee sonsaengnim.”
Ucap ku pada yeoja crazy ini, sembari ku tahan pergelangan tangannya. Tampak ia memberontak ingin melepaskan tanganya dari cengkraman tanganku. Dan berhasil, wah ternyata yeoja ini memiliki tenaga yang cukup besar pikirku.
“lalu apa maumu he? Kau lah yang memulai semuanya, kau menghina club kebanggaan ku, lalu apa aku harus diam saja mendengar ada orang yang menjelak-jelakkan Real Madrid? Lagi pula Madrid memang lebih unggul dibandingkan dengan Bancilona.” Cerocos Miyong tak dapat menahan amarahnya.
“apa yang kau katakana? Heh… baiklah apa kau ingin bertaruh? Ucap Ku menantang dengan seringaian licik.
“oke, mari kita bertaruh, kau ingin bertaruh apa?” jawab Miyong tak mau kalah. Berani juga gadis ini pikirku.
“Baiklah  kalau begitu mari kita bertaruh, jika Barcelona keluar sebagai juara La Liga, maka kau akan menjadi pelayanku selama 1 bulan, dan jika Madrid yang keluar sebagai juara maka aku yang akan menjadi pelayanmu selama 1 bulan. Eothae, apakah kau setuju???” aku mengulurkan tangan ku meminta persetujuan darinya.
“oke, bagiku 1 atau 2 bulan bukan masalah, karena aku yakin Madrid pasti akan menang” jawab nya penuh keyakinan.
“geurae, jangan menyesal saat kau kalah nanti” ucapku yang ku akhiri dengan tawa sinisku.
“ok, aku setuju, DEAL” ucapnya sembari menyambut tangan ku dan menyetujui taruhan yang ku buat. Dasar yeoja crazy, dia menggali kuburannya sendiri. Karena sudah dapat aku pastikan Barcelona pasti akan keluar sebagai juaranya. Aku tak sabar membuatnya menjadi pembantuku. Akan ku kerjai dia habis-habisan.
_Jungkook POV end_

_Miyong POV_
He….dasar namja evil, dia fikir dia akan menang melawan ku. Tak akan bisa, karena aku yakin 100% bahwa Madrid pasti akan keluar sebagai juaranya. Tapi, jika Madrid kalah, berarti aku akan menjadi pembantunya. Wah bisa semakin besar kepala anak itu. Tapi aku harus yakin bahwa Madrid akan menang.
Setelah aku menyetujui taruhan itu, aku segera melangkahkan kaki ku meninggalkan ruang aula begitupun dengan rival ku si namja evil Jeon Jungkook. Ketika aku hendak memasuki kelas ku, tiba-tiba ada seseorang memanggil ku, dan ternyata oranng itu adalah Jimin. Mau apa dia memanggilku??
“Miyong-ah…chakkaman” teriaknya memanggil ku. Aku pun menghentikan langkahku, dan berbalik ke sumber suara.
“ne, waeyo??” Tanya ku.
“ehmm… aku butuh bantuan mu, apa kau dapat meminjamkan ku buku catatan  biologi mu??” ucapnya dengan tampang memelas yang sangat imut. Kalau sudah begitu, tentu aku tidak akan dapat menolaknya.
“buku catatan biologi?? Ne, tentu aku bisa, tapi untuk apa kau meminjam buku ku??”, Tanyaku aneh yang mendengarnya akan meminjam catatanku. Mengapa ia tak meminjam dari teman sekelasnya saja??
“ne, kau tahu kan aku murid baru jadi catatan ku belum lengkap dan ada tugas yang diberikan sonsaengnim tapi aku kurang reverensi.” Jawabnya dengan raut yang memelas.
“ooo…arraseo. Tapi aku tidak bisa meminjamkannya sekarang padamu, karena aku tidak membawanya. Bagaimana kalau besok saja aku berikan buku itu ?” ujar ku memberikan kepastian pada Jimin.
“arraseo, gomawo…! oh ya, nanti pulang sekolah kau akan pulang dengan siapa?” Tanyanya tiba-tiba padaku.
“nanti aku akan pulang bersama teman ku, wae?? Apa kau bermaksud ingin mengantar ku lagi???” jawab ku sambil menggodanya, dan ku lihat wajahnya memerah, sepertinya tebakan ku benar.
 “hahaha, tebakan ku benar ya…??” ujarku sambil tertwa melihat tampangnya saat ini.
“ne, ne, kau benar, aku memang ingin mengajak mu untuk pulang bersama. Soalnya di sekolah ini siswa yang dekat dengan ku hanya kau.” Jawabnya jujur, dengan memperlihatkan senyum canggungnya padaku. Akupun menolaknya secara halus, bukan karena aku tidak mau, tapi aku sudah janji pada Taehyung akan pulang bersama. Lagipula ada sesuatu yang akan aku ceritakan padanya.
_Miyong POV end_

_Author POV_
Tet…..tet…..tet….
Bel berbunyi, yang menandakan jam istirahat telah usai. Miyong dan Jimin pun mengakhiri percakapan mereka, dan menuju ke kelas masing-masing.
_o0o_
@Kelas
“nah anak-anak, sampai disini dulu pelajaran kita hari ini, selamat siang.!“ sonsaengnim mengakhiri pelajarannya, dan semua murid bersiap-siap untuk pulang.
“Miyong-ahh, tadi saat istirahat kau kemana???” Taehyung bertanya kepada Miyong, seraya mendekati meja chingunya itu.
“aku diruang aula.” jawab Miyong singkat sembari membereskan buku-bukunya.
“ruang aula??? untuk apa ke sana?” , Tanya Taehyung penasaran.
“omo, Taehyung-ahh mianhae, aku lupa menceritakannya padamu. Aku ikut dalam drama musical yang akan dipentaskan untuk memeriahkan pesta HUT sekolah.” Jawab Miyong jujur.
“ow, jadi karena itu kemarin kau pulang telat. Oh iya, masalah tadi pagi yang ingin kau ceritakan padaku itu apa??” Tanya Taehyung dengan ekspresi yang begitu antusias.
“masalah itu, biar nanti aku ceritakan padamu diperjalanan ne. kajja kita pulang !!”
 Miyong tampak kurang semangat menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Taehyung. Karena memang jika membicarakan masalah perjodohan itu, mood Miyong langsung berubah.
@Koridor
Tampak dua orang namja yang sedang berjalan beriringan sembari berbincang.
“Jungkook-ah, apa aku boleh menanyakan sesuatu padamu?”, salah satu diantara kedua namja itu, yang tak lain adalah Jimin membuka pembicaraan.
“kau ingin menanyakan apa hyung??” jawab Jungkook dengan ekspresi datar.
“kau tahu gadis yang bernama Park Miyong kan?? Menurut mu gadis itu seperti apa?”
Pertanyaan yang dilontarkan oleh Jimin berhasil membuat Jungkook terkejut.
_Author POV end_

_Jungkook POV_
Ha…??? Apa aku tidak salah dengar, Jimin hyung menanyakan gadis crazy itu.
“mengapa kau menanyakan gadis itu padaku hyung??.” Jawabku yang begitu bingung dengan pertanyaan yang terlontar dari sepupuku ini.
“aku hanya ingin tahu pandangan mu tentang gadis itu, karena menurut ku Miyong adalah gadis yang sangat menarik, dia berbeda dengan gadis lainnya.”
Apa-apaan Jimin hyung ini, gadis yang menarik, mana mungkin gadis yang menjengkelkan itu dapat dikatakan menarik, jika berbeda dari gadis lainnya mungkin iya, karena Miyong adalah gadis crazy yang selalu membuat mood ku tidak baik. Tapi tunggu, sejak kapan Jimin hyung mengenal Miyong? Dan ada hubungan apa diantara mereka?
“terserah kaulah hyung, tapi yang jelas Miyong adalah gadis yang sangat menjengkelkan, dan tidak menarik sama sekali dimataku dan aku membencinya. Eeem.. tapi hyung sejak kapan kau mengenalnya??” Tanyaku balik padanya.
“aku berkenalan denganya 3 hari yang lalu.” Jawabnya.
“ow…, apa kau menyukainya hyung???”
Entah mengapa aku berfikir bahwa Jimin hyung menyukai Miyong.
“ehhh…mollaseo?? Bagaimana denganmu, tampaknya, kau menyukainya.” ucap Jimin hyung sembari mengangkat bahunya.
“mwo…aku menyukai gadis itu?? Ckckck….hyung, hyung, kau pabo sekali, mana mungkin aku menyukai Miyong, apa kau tidak sadar bahwa sejak tadi aku sudah mengatakan bahwa aku membenci gadis itu.”
Jawabku sedikit jengkel dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh Jimin hyung. Yang benar saja, tidak mungkin bagi seorang Joen Jungkook menyukai gadis aneh itu, maldo andwae…!!
“ne aku tahu, tapi aku rasa, apa yang kau ucapakan itu tidak sesuai dengan apa yang kau rasakan. Sikapmu berbeda kepada Miyong, kau memperlakukannya berbeda dengan yeoja lain. Jika memang Miyong tidak menarik bagi mu, mengapa kau selalu bertengkar dengannya? Padahal kau selalu bersikap dingin dan acuh dihadapan semua gadis, dan hanya pada Miyong kau tidak bersikap seperti itu, bukankah itu menandakan kau tertarik padanya??? ” 
Aku sedikit mengerutkan keningku, tak mengerti dengan apa yang dibicarakan oleh hyung ku ini. Dan mengapa ia tahu bahwa aku sering bertengkar dengan Miyong. Dan tunggu apa maksud perkataannya yang mengatakan bahwa aku tertarik pada gadis crazy itu.
“apa maksud mu hyung?” tanyaku tak mengerti.
“ah sudahlah Kook-ah, kajja kita pulang.” Ujar Jimin hyung mengacuhkan pertanyaanku. Aku sedikit kesal pada Jimin hyung, karena ia tidak menjawab pertanyaan ku itu. Aish dasar hyung aneh.
_Jungkook POV end_

_Author POV_
Ditempat lain tampak seorang yeoja dan namja yang sedang berjalan beriringan menuju ke parkiran.
“mwo...???? apa aku tidak salah dengar??? Atau mungkin lobus temporal ku sudah tidak bekerja dengan baik???”
Taehyung tampak terkejut sekaligus kecewa mendengar penuturan dari Miyong tentang perjodohannya. Ia nampak tak dapat mempercayai apa yang telah ia denngar.
“ne, kau tidak salah dengar Taehyung-ah, dan tolong kecilkan sedikit suara berisik mu itu.” Miyong mengunci bibir Taehyung dengan tangannya.
“ne, araseo.“ lirih Taehyung.
“yakkk, pabo, yang mendapat masalah itu aku, mengapa kau yang terlihat sedih???”
Miyong sedikit membentak sahabatnya itu, karena melihat perubahan dari raut wajah Taehyung.
“ani, hanya saja aku tidak ingin kehilangan mu Miyong-ahh.” Jawab Taehyung jujur namun dengan suara yang sendu. Kesedihan jelas tersirat dari nada bicaranya.
“mwo..?? apa maksudmu??”
Tanya Miyong penasaran, karena ia merasa aneh dengan jawaban yang diberikan oleh Taehyung.
“aaaa…maksud ku, emm..jika kau dijodohkan, itu berarti kita tidak bisa sedekat ini lagi, aku yakin, namja yang akan dijodohkan dengan mu tidak akan memperbolehkan kau dekat dengan namja lain, apalagi namja itu setampan dan semanis aku…heheh”
Ujar Taehyung mengelak. Taehyung tampak memaksakan senyumannya, dan menahan rasa sakit dihatinya, karena ia sadar bahwa tidak akan ada kesempatan lagi baginya untuk mendapatkan  Miyong.
“nah kalau begitu apa kau mau membantuku untuk menggagalkan rencana perjodohan ini???”
“-----”
Tak ada jawaban dari Taehyung atas permintaan dari Miyong, ia masih sibuk menata hatinya agar Miyong tidak tahu akan perasaanya saat ini yang tengah hancur lebur karena kecewa atas cinta tak terbalas. Tak ada lagi kesempatan baginya untuk memperjuangkan cintanya. Memperjuangkan???? Sepertinya kata itu tak pantas, belum sempat ia memperjuangkannya, cintanya harus berakhir tanpa adanya usaha untuk memperjuangkannya. Ironis memang, namun itulah yang tengah dirasakan oleh Kim Taehyung yang malang.  
“aishh…Taehyung-ahh, yak, kau chingu ku atau bukan sih?? Ayolah bantu aku, jeballll”
Miyong mengatupkan kedua tangannya di dada, memohon  agar chingunya mau membantunya.
“ne..araseo, tapi apa yang harus ku lakukan untuk membantumu???” ujar Taehyung tanpa semangat.
“molla, oleh karena itu bantu aku untuk mencari ide.” Ujar Miyong polos.
“ne,ne, tapi besok saja kita pikirkan, sekarang kajja kita pulang.” Jawab Taehyung gusar.
“ok…” sambut Miyong riang.
_o0o_


~Kau adalah sahabatku
~Dari dulu hingga sekarang
~Aku ingin selalu menjadi sahabatmu
~Baik di waktu jauh maupun dekat
~Aku tak pernah ingin meretakan persahabatan yang lama telah terbina
~Tetapi entah bagaimana
~ Tiba-tiba rasa itu ada
~Rasa yang kubuang jauh-jauh
~Lalu tiba-tiba muncul
~Sebuah rasa yang dinamakan cinta
~Meskipun tak ingin kumengatakannya
~Apakah harus kupendam cinta ini
~Untuk selamanya hingga usai usiaku kelak
~Ataukah kukatakan yang sebenarnya
~Bahwa rasa ini begitu nyata
~Aku mencemaskan penilaianmu terhadapku
~Jika aku menyatakan cintaku padamu maka aku telah mengkhianati  persahabatan ini
~Jika aku memendam rasa cinta maka aku telah mengkhianati perasaanku sendiri
~Apakah ini akhir cintaku tanpa perjuangan???

Komentar