FanFiction : BECAUSE OF FOOTBALL Part 2
GENRE : FRIENDSHIP,
SCHOOL LIFE, AND ROMANCE (MAY BE)
LENGTH : -
AUTHOR : MIRA (me)
AUTHOR : MIRA (me)
MAIN CAST :
1. PARK MIYONG (OC)
2. JOEN JUNGKOOK (BTS)
3. KIM TAEHYUNG (BTS)
4. PARK JIMIN (BTS), etc.
_Author POV_
@Class
Pagi
hari yang cerah, sebuah awal yang baik untuk memulai aktivitas. Semangat nan
membara dari para siswa SMA mulai terdengar di beberapa kelas. Entah itu sebuah
pertanda baik atau bukan, namun hampir di seluruh bagian sekolah terdengar
begitu gaduh. Sebuah fenomena yang jarang terjadi di sekolah elit Yeomkwang
senior high school. Kegaduhan itu berasal dari para siswi yang sedang mengoceh
membicarakan topik hangat yang terjadi di sekolah mereka. Namun hal ini tidak
dapat membuat seorang Park Miyong bergeming dari aktivitasnya. Gadis ini nampak
sibuk dengan gadget nya, berselancar di dunia maya, mengobrak-abrik info
tentang tim sepak bola kebanggaannya “Real Madrid”.
“miyong-ahh,
apa kau tidak mendengar berita tentang kedatangan dua murid baru yang membuat
heboh semua siswa???” Hyora menghampiri Miyong diikuti oleh Hyunri dengan penuh
semangat.
“aku
dengar, mmpph waeyo..???” jawab Miyong malas tanpa melihat kedua temannya,
matanya terfokus dengan sangat intens pada layar gadgetnya.
“apa
kau tidak penasaran ingin melihat murid baru itu, katanya mereka sedang berada
di ruang kepala sekolah, aku dan Hyunri akan pergi melihat mereka, apa kau
ingin ikut bersama kami??” tawar Hyora kepada Miyong.
“Ayolah,
normalnya gadis seperti kita ini akan tertarik dengan hal-hal semacam ini,
jarang sekali ada siswa yang membuat seantero sekolah gempar, banyangkan betapa
tampan, keren dan cool nya mereka, mendengar ceritanya saja aku sudah sangat
penasaran, Miyong ayolah ikut dengan kami, dan jebal, berhentilah tenggelam di
dunia aneh mu, perhatikanlah sekelilingmu.” Ucap Hyunri panjang lebar kepada
Miyong. Gadis ini hanya tidak habis pikir, ternyata ada seseorang yang tak
bergeming dengan adanya kegaduhan disekelilingnya.
“
aniyo, kalian saja yang pergi, aku tidak begitu tertarik dengan hal-hal seperti
itu.” Ucap Miyong enteng menanggapi kedua chingunya.
“haa,,,,
baiklah kalau begitu, jangan menyesal ne, kajja kita pergi, annyeong
Miyong-ah..”, helaan napas Hyunri dan Hyora beriringan sembari berlalu
meninggalkan Miyong yang sedang asyik dengan kegiatannya.
_Author POV end_
_Miyong POV_
Yes..aku
rasa tahun ini Madrid akan menjuarai La Liga dan Liga Champions. Ku baca info
yang tertera dilayar ipadku, dan tiba-tiba…..
“HEY…… sedang apa kau??” teriakan manusia
4D super aneh berhasil membuatku kaget setengah mati.
“kyaaa…
dasar kau 4D pabo, kau selalu mengusik ketenanganku, hufftt”, kesalku sembari
ku pukul kepalanya dengan buku yang ada dihadapanku yang membuatnya meringis
kesakitan.
“itu
salahmu sendiri, mengapa memiliki tampang yang membuat orang lain selalu ingin
menjahilimu.”
Perkataannya
sontak membuatku naik darah, sahabat ku yang satu ini tidak pernah merubah
sifatnya yang selalu menjahiliku. Kalian dengar sendiri kan, apakah masuk akal
tampang ku ini membuatnya selalu ingin menjahiliku?? Hanya orang anehlah yang
berfikiran seperti itu, dan dialah sahabatku manusia 4D.
“apa
kau bilang, kau ingin mati 4D….???”
Teriakku
sambil mengambil ancang-ancang untuk menghajarnya. Namun belum sempat ku hajar manusia
4D itu, tiba-tiba Lee sonsaengnim datang memanggilku, yang membuatku
mengurungkan niat untuk menghajar Taehyung.
_Miyong POV end_
_Author POV_
@Ruang guru
“ne
sonsaengnim, saya akan berusaha, dan khamsahamnida atas kepercayaan sonsaengnim
terhadap saya.” Ucap Miyong dengan sedikit sumringah kepada gurunya. Gadis ini terlihat
begitu senang dan bersemangat.
“ya,
aku harap kau dapat menampilkan yang terbaik di HUT sekolah kita, karena akan
ada ketua yayasan sekolah ini turut hadir menyaksikan. Oh iya dan satu lagi,
sebelum pulang sekolah kita akan mengadakan rapat di ruang aula.” Perkataan Lee
sonsaengnim mengakhiri percakapannya dengan Miyong.
“ne
sosaengnim, kalau begitu saya permisi dulu”.
Miyong
mengakhiri percakapannya dengan Lee sonsaengnim sambil membungkuk 90 derajat.
_o0o_
Beberapa
saat setelah Miyong beranjak dari ruang guru, bel tanda akan dimulainya
pelajaran pun terdengar. Semua murid begegas meninggalkan aktivitas mereka dan
bersiap menerima pelajaran dari para guru. Keheningan di seluruh koridor
sekolah mulai terlihat, hanya ada satu dua orang yang masih berlalu lalang
dengan langkah yang cepat menuju kelas. Namun kejadian yang cukup mengejutkan
bagi Miyong terjadi. Saat Miyong sedang berjalan menuju ke kelasnya menyusuri
koridor yang sepi dengan langkah yang sedikit dipercepat, tanpa disengaja gadis
itu menginjak sesuatu yang berwarna kuning, dan dengan mulusnya membuat pusat
gravitasinya menjadi tidak stabil. Keseimbangannya runtuh, yang membuat
tubuhnya terpaksa oleng dan hampir terjatuh.
Namun
dalam hitungan sepersekian detik, anehnya tubuh Miyong tak mengenai lantai.
Sebuah tangan yang kekar saat ini dengan sempurna melingkari tubuh mungil
Miyong. Dengan rasa penasaran Miyong sedikit membuka matanya yang sempat
terpejam dan melihat apa yang tengah terjadi pada dirinya. Sekarang posisi
Miyong, tengah berada dalam dekapan seorang namja. Oh ayolah, apa ini mimpi??
Dekapan seorang namja?? Dan tunggu, namja ini begitu tampan dengan sedikit
tampang cemas menghiasi wajahnya. Jarak antara Miyong dan namja itu tak begitu
jauh, hanya sekitar beberapa senti. Saking dekatnya Miyong dapat dengan jelas
merasakan hembusan napas sang namja itu menyapu wajahnya. Degup jantung Miyong
berpacu, adrenalinnya meningkat, mungkin saat ini wajahnya sudah memerah
seperti udang rebus. Tak pernah terbanyangkan Miyong akan memiliki moment
sedekat ini dengan seorang namja tampan. Tapi keadaan itu tak berlangsung lama,
nampaknya Miyong telah kembali ke dirinya dan dapat berfikir dengan normal.
Dengan sigap Miyong menjauhkan dirinya dari namja itu dan melepaskan diri dari
kungkungan lengan kekar namja tadi. “akh,,,,gomawo…..kau sudah menyelamatkan
ku. Kalau kau tidak ada mungkin tadi aku sudah terjatuh ”. ucap Miyong canggung
dan gugup sembari merapikan seragam serta rambutnya yang sedikit berantakan
seraya membungkuk mengucapkan terima kasih.
“cheonmaneyo…., lain kali kalau jalan
hati-hati ne.” jawab namja itu seraya tersenyum memandang Miyong yang terlihat
gugup. Gadis itu tak dapat menutupi rasa canggung dan malunya.
“Chakkaman…..
aku rasa, aku pernah melihat mu sebelumnya, tapi dimana yah??” ucap namja itu
tiba-tiba. Dia terlihat berfikir keras mengingat sesuatu. Sesuatu yang pernah
terjadi antara dirinya dan Miyong.
“ah,
mungkin kau salah orang, aku rasa ini pertama kalinya kita bertemu.” Tangkas
Miyong. Gadis ini merasa tak pernah bertemu dengan namja itu, dia hanya
memasang tampang polos menunggu reaksi dari namja tadi.
“aniyo…aku
baru ingat kau gadis yang menabrakku di koridor tempo hari kan??” jawaban tak
terduga dari namja itu membuat Miyong membelalakan matanya terkejut. Miyong pun
nampak mengingat-ingat lagi kejadian yang menimpa dirinya beberapa hari yang
lalu. Dan,,,,,,,, bingo, ia pun mengingatnya.
“mwo…???
Jadi orang yang ku tabrak tempo hari adalah kau. Mianhae, waktu itu aku
sungguh-sungguh tidak sengaja. Saat itu aku sedang terburu-buru karena takut
telat” ucap Miyong dengan tampang bersalah dan sedikit malu. Bayangkan, sudah
dua kali dia bertemu dengan namja ini dan dengan moment yang hampir sama.
Miyong selalu membuat namja ini kerepotan. Tempo hari ia membuat namja ini
jatuh bersama dirinya, dan sekarang ia membuat namja ini menyelamatkan dirinya
dari kerasnya lantai yang akan menghantam tubuh mungilnya.
“gwenchana…oh
yah perkenalkan namaku Park Jimin, kau bisa memanggilku Jimin.”
Ucap
namja itu hangat seraya memperkenalkan dirinya kepada Miyong. Terlihat dengan
jelas keramahan yang terpancar dari diri namja ini. Saat tersenyum terukir
garis lurus horizontal yang terbentuk oleh matanya. Namun hal inilah yang
membuatnya tampak begitu tampan dan senyumnya menghangatkan jiwa.
“Park
Miyong imnida”, balas Miyong dengan sedikit senyum canggung dan menyambut tangan
namja yang bernama Jimin itu.
“ammph
apa kau murid baru? Rasanya baru kali ini aku melihat mu disekolah ini.” Sambung Miyong sembari memperhatikan
Jimin.
“ne,
kau benar aku adalah murid baru.” Jawab Jimin mengiyakan pernyataan yang dilontarkan
oleh Miyong.
“oh…geurae,
berarti kau salah satu namja yang menjadi buah bibir itukan?”
Miyong
tampak memperhatikan Jimin dari ujung kepala sampai ujung kaki, dan itu membuat
Jimin sedikit salah tingkah, dengan menggaruk bagian belakang kepalanya yang
tidak gatal.
“jinja
?? aish.. berhentilah menatapku seperti itu, itu membuatku malu”
ucap
Jimin jujur. Ia memang tidak terbiasa ditatap begitu intens oleh seorang yeoja,
apalagi yeoja yang baru ia kenal.
“oh
mianhamnida, oh baiklah kalau begitu aku permisi dulu. Sekali lagi gomawo ne.”
ucap Miyong mengakhiri percakapan dan bergegas menuju kelasnya.
_Author POV end_
_Taehyung POV_
Pagi
ini aku melihat Miyong duduk manis di bangkunya sembari sibuk dengan gadgetnya.
Aku sudah dapat menebak, ia pasti sedang mencari info tentang Real Madrid. Ku
hampiri dirinya dengan cara mengagetkannya. Sudah dapat ditebak kan bagaimana
reaksi dari Miyong. Dia terlihat jengkel, dan hal itu selalu dapat menghiburku.
Wajahnya selalu dapat menenangkanku.
“HEY…… sedang apa kau??” teriakku tepat
ditelinganya.
“kyaaa…
dasar kau 4D pabo, kau selalu mengusik ketenanganku, hufftt”, kesalnya padaku
sembari berusaha memukul kepala ku dengan buku yang ada dihadapannya yang
membuatku meringis kesakitan. Aish, gerakannya selalu tiba-tiba dan itu
membuatku tidak dapat menangkis pukulannya. Ckckckc,,,,, dasar Miyong pikirku.
“itu
salahmu sendiri, mengapa memiliki tampang yang membuat orang lain selalu ingin menjahilimu.”
Jawabku iseng, tanpa rasa bersalah. Nampaknya perkataan ku tadi membuatnya
semakin marah. Sepertinya kepala ku akan terkena serangan kedua dari bukunya.
“apa
kau bilang, kau ingin mati 4D….???”
Teriaknya
padaku sambil mengambil ancang-ancang untuk menghajarku. Namun belum sempat buku
yang ada di tangannya mengenai ku, tiba-tiba Lee sonsaengnim datang memanggil
Miyong. Oh terima kasih Tuhan pikir ku. Dan terima kasih Lee sonsaengnim,
kehadiranmu menyelamatkan ku dari amukan Miyong. Miyong pun bergegas
meninggalkanku dan mengikuti Lee sonsaengnim ke rung guru.
_o0o_
Aku menunggu Miyong di kelas, aku penasaran
ada apa sebenarnya Lee sonsaengnim memanggilnya tadi. Sudah sekitar 20 menit
aku menunggu, dan suara bel tanda masuk kelas pun berbunyi, namun Miyong tak
memperlihatkan batang hidungnya. Beruntung sonsaengnim belung datang, dan kuputuskan
untuk menyusulnya. Tepat di koridor dekat kelas, aku melihat Miyong sedang
dipeluk oleh seorang namja, yang akupun baru kali ini melihatnya. Tapi namja
itu mengenakan seragam yang sama dengan ku. Apa namja itu murid baru??
Ku
pertajam penglihatan ku untuk memastikan kembali apakah itu benar Miyong. Benar,
itu Miyong, tapi apa yang sedang meraka lakukan?? Berpelukan?? Ini tidak masuk
akal. Aku merasakan hatiku serasa ditusuk beri-ribu jarum. Sakit rasanya,
kukepalkan tangan ku, menahan rasa sakit yang ku rasakan. Apa ini yang
dinamakan dengan cemburu??? Aku tak menyangka bahwa cemburu itu rasanya sesakit
ini. Melihat yoeja yang kau suka berada didekapan namja lain. Aku tak
menginginkan perasaan ini, Tuhan aku mohon hilangkan perasaan ini dariku.
Aku
berjalan meninggalkan koridor dan melangkah menuju tempat yang biasa kudatangi
bersama Miyong. Yah tempat itu adalah atap sekolah. Kami biasa menghabiskan
waktu istirahat disana. Suasana disana begitu nyaman, kami dapat melihat
seluruh sudut sekolah dari sana. Dan setiap aku merasa sedih atau bosan aku biasa
mendatangi tempat itu. Dan kuputuskan untuk membolos di jam pertama ini,
padahal aku tahu akan ada ulangan Fisika hari ini. Namun aku yakin, tak mungkin
aku dapat dengan tenang menjawab soal dengan kondisi perasaanku seperti
sekarang ini.
”Aku terbakar
oleh api cinta”
“Tetapi aku tak
ingin memadamkannya”
“Biarkan diri
ini tercabik-cabik oleh rasa cemburu, terpanggang oleh harapan, dan tersungkur
oleh keputusasaan”
“Semua
penderitaan karena cintaku padamu semakin memperjelas bahwa engkaulah
satu-satunya cinta sejatiku”
“Di tempat
gelap, aku melihat cahaya cinta itu”
“Di kamar, aku
melihat bayangan wajahmu”
“Di dalam
hatiku, aku menemukan senyuman terindah yang pernah kulihat dalam hidup ini”
“Dan itu adalah
senyumanmu”
_Taehyung
POV end_
Gimana
chingudeul??? Gaje kah??? Menggantungkah ceritanya..??? Pasti kurang seru
yya..... mianhae, maklum authornya masih amatiran sih…. Untuk itu diharapkan
kritikan dan masukan dari chingudeul. Jangan lupa RCL ne!!!!!!. coment dari kalian adalah energy dan
vitamin buat saya untuk emlanjutkan FF nya
Dan untuk yang menunggu
si MAKNAE muncul, sabar ne, sya
pasti munculin di chapter berikutnya koq….!!! Untuk sekarang disembunyiin dulu
#Culik_Jungkook_bawa_ke_kamar
#Aku???
#Aku???
#Dibakar_ARMY

Komentar
Posting Komentar