PRAKTIKUM TEKNOLOGI FERMENTASI PANGAN "PEMBUATAN TEPUNG MOCAF"

LAPORAN MINGGUAN
PRAKTIKUM TEKNOLOGI FERMENTASI PANGAN

ACARA II

PEMBUATAN TEPUNG MOCAF

OLEH:
MIRA IDORA
J1A 013 081
KELOMPOK VIII






PROGRAM STUDI ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PANGAN DAN AGROINDUSTRI
UNIVERSITAS MATARAM
2015

ACARA II
PEMBUATAN TEPUNG MOCAF
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Mocaf ( Modified Cassava Flour) atau tepung singkong merupakan salah satu hasil modifikasi sebagai salah satu produk olahan pangan. Tepung MOCAF diperoleh dari ubi kayu yang diproses melalui prinsip memodifikasi sel ubi kayu secara fermentasi. Tepung mocaf merupakan salah satu jenis tepung yang dapat menggantikan tepung terigu atau tepung gandum yang biasanya dikenal oleh masyarakat. Tepung MOCAF diperoleh dari ubi kayu yang diproses melalui prinsip memodifikasi sel ubi kayu secara fermentasi.
Mikrobia yang tumbuh menyebabkan perubahan karakteristik dari tepung yang dihasilkan berupa naiknya viskositas, kemampuan gelatinisasi, dayrehidrasi  dan  kemudahan  melarut. Mikroba yang tumbuh pada proses fermentasi menghasilkan enzim pektinolitik dan selulolitik yang dapat menghancurkan dinding sel ubi kayu sehingga terjadi liberasi granula pati. Mikroba juga menghasilkan asam-asam organik, terutama asam laktat yang akan menyerap air dalam bahan, dan ketika bahan tersebut diolah akan dapat menghasilkan aroma dan cita rasa khas yang dapat menutupi aroma dan cita rasa ubi kayu yang  cenderung tida menyenangkan konsumen. Senyawa asam dari proses fermentasi akan menghasilkan aroma dan citarasa yang khas yang dapat menutupi aroma dan citarasa khas singkong yang cenderung tidak menyenangkan (langu).
Prinsip dasar pembuatan MOCAF adalah dengan prinsip memodifikasi sel ubi kayu secara fermentasi dengan Bakteri Asam Laktat (BAL). Banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa MOCAF memiliki karakteristik yang hampir sama dengan tepung terigu. Karenanya MOCAF dapat menjadi bahan substitusi tepung terigu dalam pembuatan produk pangan yang berbahan baku tepung terigu (Hidayat, 2009). Oleh karena itu, perlu dilakukan praktikum ini untuk ini untuk mempelajari pengaruh jenis inokulumm dan lama perendaman terhadap sifat fisik dan kimia tepung MOCAF.

Tujuan Praktikum
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk ini untuk mempelajari pengaruh jenis inokulumm dan lama perendaman terhadap sifat fisik dan kimia tepung MOCAF.


TINJAUAN PUSTAKA
Modified Cassava Flour (MOCAF) merupakan produk turunan dari tepung singkong yang menggunakan prinsip modifikasi sel singkong secara fermentasi. Secara teknis, cara pengolahan MOCAF sangat sederhana, mirip dengan pengolahan tepung singkong biasa, namun disertai dengan proses fermentasi. Singkong dibuang kulitnya, dikerok lendirnya, dan dicuci bersih, kemudian dilakukan pengecilan ukuran singkong dilanjutkan dengan tahap fermentasi selama 12-72 jam.Setelah fermentasi, singkong dikeringkan kemudian ditepungkan sehingga dihasilkan produk.Prinsip dasar pembuatan MOCAF adalah dengan prinsip memodifikasi sel ubi kayu secara fermentasi dengan Bakteri Asam Laktat (BAL). Banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa MOCAF memiliki karakteristik yang hampir sama dengan tepung terigu sehingga MOCAF dapat menjadi bahan substitusi tepung terigu dalam pembuatan produk pangan yang berbahan baku tepung terigu (Devega, 2010).
Modified Cassava Flour (MOCAF) dalam bahasa Indonesia berarti tepung singkong yang termodifikasi. Modifikasi tepung singkong ini memanfaatkan peran Bakteri Asam Laktat (BAL) yang mampu menghasilkan enzim pektinolitik dan selulolitik yang dapat menghancurkan dinding sel singkong sedemikian rupa sehingga terjadi pembebasan ganula pati. Proses selama fermentasi ini menghasilkan peningkatan viskositas, kemampuan gelasi, daya hidrasi (berkaitan dengan kelarutan). Hasil hidrolisis pati yang berupa monosakarida dapat menjadi bahan baku pembentukan asam-asam organik sehingga menghasilkan cita rasa tertentu yang dapat menutupi cita rasa singkong (Widya, 2011).
MOCAF memiliki karakteristik mirip terigu sehingga dapat digunakan sebagai bahan pengganti terigu atau campuran terigu 30%–100% dan dapat menekan biaya konsumsi tepung terigu 20-30%. Dibandingkan dengan tepung singkong biasa atau tepung gaplek, MOCAF memiliki performansi yang lebih baik yaitu lebih putih, lembut, dan tidak bau apek. MOCAF memiliki kandungan nutrisi yang berbeda dengan tepung terigu (Salim, 2011).
Perbedaan kandungan nutrisi yang mendasar adalah, MOCAF tidak singkong sedemikian rupa sehingga terjadi pembebasan ganula pati. Proses selama fermentasi ini menghasilkan peningkatan viskositas, kemampuan gelasi, daya hidrasi (berkaitan dengan kelarutan). Hasil hidrolisis pati yang berupa monosakarida dapat menjadi bahan baku pembentukan asam-asam organik sehingga menghasilkan cita rasa tertentu yang dapat menutupi cita rasa singkong (Subagio, 2011).
MOCAF memiliki kandungan nutrisi yang berbeda dengan tepung terigu.Perbedaan kandungan nutrisi yang mendasar adalah, MOCAF tidak merupakan sumber pati. Sedangkan kadar serat pada MOCAF adalah sekitar 3,4% dan kadar serat pada tepung terigu berkisar 2%–2,5%. Kadar serat pada tepung terigu lebih rendah dibandingkan MOCAF, ini mengakibatkan tepung terigu memiliki karakteristik lebih lembut dan gelasi yang lebih tinggi dibandingkan MOCAF. Kadar lemak pada MOCAF adalah 0,4% sedangkan kadar lemak pada tepung terigu berkisar 1,5–2%. MOCAF memiliki kadar protein sekitar 1% (Prasetyoningtyas, 2012).

PELAKSANAAN PRAKTIKUM
Waktu dan Tempat Praktikum
 Praktikum ini dilaksanakan pada hari Jumat, 06 November 2015 di Laboratorium Mikrobiologi Pangan Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri Universitas Mataram.
Alat dan Bahan Praktikum
a.        Alat-alat Praktikum
Adapun alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah timbangan analitik, pisau anti karat, baskom, blender, batang pengaduk, erlenmeyer 250 ml, gelas piala 1000 ml, gelas ukur, ayakan, stoples dan tisu.
b.      Bahan-bahan Praktikum
Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah singkong atau ubi kayu varietas lokal, ragi merk PAKMAYA, ragi merk FERMIPAN dan air destilat.
Prosedur Kerja

HASIL PENGAMATAN DAN PERHITUNGAN
Hasil Pengamatan
Tabel 2.1. Hasil Pengamatan Uji Ranking Tepung MOCAF
No.
Nama panelis
Parameter
Warna
Tekstur
24
36
48
72
24
36
48
72
1
Fikri
3
2
2
1
4
3
2
1
2
Hardiyanti
4
3
2
1
4
3
2
1
3
Reza
4
3
2
1
2
3
2
1
4
Husnul
4
3
2
1
4
3
2
1
5
Linda
4
3
2
1
4
3
2
1
6
Malika
4
3
2
1
4
3
2
1
7
Elsa
4
4
2
1
3
3
2
1
8
Ade
4
3
2
1
4
3
2
1
9
Azkia
4
3
2
1
2
2
2
1
10
Dwi
4
3
1
1
5
4
3
1
11
Evi
4
3
2
1
2
2
2
1
12
Laras
4
3
2
1
4
3
2
1
13
Annisa
4
3
2
1
4
2
1
1
14
Datul
4
3
2
1
3
2
2
1
15
Uyun
4
3
2
1
4
3
2
1
16
Wahida
3
2
2
1
4
3
2
1
17
Galuh
4
3
2
1
3
2
2
1
18
Murdi
4
3
3
1
3
2
1
1
19
Amet
4
3
2
1
4
3
2
1
20
Hariani
4
3
2
1
4
3
2
1
21
Mia A
4
3
2
1
3
2
2
1
22
Fidya
4
3
2
1
4
2
2
1
23
Riri
4
3
2
1
3
2
2
1
24
Nila
4
3
2
1
4
3
2
1
25
Ratna
4
2
2
1
3
2
2
1
26
Mutya
4
3
2
1
4
2
2
1
27
Fadli
4
3
2
1
4
3
2
1
28
Rohmi
4
3
2
1
4
3
2
1
29
Eyok
4
3
2
1
4
3
2
1
30
Ulfa
4
3
2
1
4
3
2
1
31
Vera
4
4
3
1
4
2
3
1
32
Suhada
4
3
2
1
4
3
2
1
33
Amel
4
3
2
1
4
2
3
1
34
Mira
4
3
2
1
4
3
2
1
35
Rifqi
4
3
3
1
2
2
2
1

Ketarangan:    
Warna :                                    Tekstur :
1 = Coklat                               1 = Kasar
2 = Agak Coklat Putih            2 = Agak Kasar
3 = Agak Putih                        3 = Agak Lembut
4= Putih                                  4 = Lembut
5= Paling Putih                       5= Paling Lembut
Hasil Perhitungan
Tabel 3.2. Hasil Transformasi Uji Rangking Parameter Warna
No.
Nama panelis
Parameter
Warna
Tekstur
72
48
36
24
72
48
36
24
1
Fikri
1.23
0.91
0.91
0.50
1.50
1.23
0.91
0.50
2
Hardiyanti
1.50
0.91
0.91
0.50
1.50
1.23
0.91
0.50
3
Reza
1.50
0.91
0.91
0.50
0.91
1.23
0.91
0.50
4
Husnul
1.50
0.91
0.91
0.50
1.50
1.23
0.91
0.50
5
Linda
1.50
0.91
0.91
0.50
1.50
1.23
0.91
0.50
6
Malika
1.50
0.91
0.91
0.50
1.50
1.23
0.91
0.50
7
Elsa
1.50
0.91
0.91
0.50
1.23
1.23
0.91
0.50
8
Ade
1.50
0.91
0.91
0.50
1.50
1.23
0.91
0.50
9
Azkia
1.50
0.91
0.91
0.50
0.91
0.91
0.91
0.50
10
Dwi
1.50
0.91
0.50
0.50
1.74
1.50
1.23
0.50
11
Evi
1.50
0.91
0.91
0.50
0.91
0.91
0.91
0.50
12
Laras
1.50
0.91
0.91
0.50
1.50
1.23
0.91
0.50
13
Annisa
1.50
0.91
0.91
0.50
1.50
0.91
0.50
0.50
14
Datul
1.50
0.91
0.91
0.50
1.23
0.91
0.91
0.50
15
Uyun
1.50
0.91
0.91
0.50
1.50
1.23
0.91
0.50
16
Wahida
1.23
0.91
0.91
0.50
1.50
1.23
0.91
0.50
17
Galuh
1.50
0.91
0.91
0.50
1.23
0.91
0.91
0.50
18
Murdi
1.50
0.91
1.23
0.50
1.23
0.91
0.50
0.50
19
Amet
1.50
0.91
0.91
0.50
1.50
1.23
0.91
0.50
20
Hariani
1.50
0.91
0.91
0.50
1.50
1.23
0.91
0.50
21
Mia Afrianti
1.50
0.91
0.91
0.50
1.23
0.91
0.91
0.50
22
Fidya
1.50
0.91
0.91
0.50
1.50
0.91
0.91
0.50
23
Riri
1.50
0.91
0.91
0.50
1.23
0.91
0.91
0.50
24
Nila
1.50
0.91
0.91
0.50
1.50
1.23
0.91
0.50
25
Ratna
1.50
0.91
0.91
0.50
1.23
0.91
0.91
0.50
26
Mutya
1.50
0.91
0.91
0.50
1.50
0.91
0.91
0.50
27
Fadli
1.50
0.91
0.91
0.50
1.50
1.23
0.91
0.50
28
Rohmi
1.50
0.91
0.91
0.50
1.50
1.23
0.91
0.50
29
Eyok
1.50
0.91
0.91
0.50
1.50
1.23
0.91
0.50
30
Ulfa
1.50
0.91
0.91
0.50
1.50
1.23
0.91
0.50
31
Vera
1.50
0.91
1.23
0.50
1.50
0.91
1.23
0.50
32
Suhada
1.50
0.91
0.91
0.50
1.50
1.23
0.91
0.50
33
Amel
1.50
0.91
0.91
0.50
1.50
0.91
1.23
0.50
34
Mira
1.50
0.91
0.91
0.50
1.50
1.23
0.91
0.50
35
Rifqi
1.50
0.91
1.23
0.50
0.91
0.91
0.91
0.50

Tabel 2.3 Tabel ANOVA Parameter Warna
Sumber keragaman
Derajat Bebas
JK
KT
F hit
P
Blok
34
0,3969
0,0117
1,8175
,0117*
Lama Fermentasi
3
18,6808
6,2269
969,4521
,0000***
Galat
102
0,6551
0,0064

Total
139
19,7329


Tabel 2.4. Hasil Uji Lanjut BNJ Parameter Warna
Rangking
Perlakuan lama perendaman
Rata-rata
N Non-significant
Renges
1
72 jam
1,4845
35
   a
2
48 jam
1,218
35
      b
3
36 jam
0,9257
35
        c
4
24 jam
0,5
35
           d

Tabel 2.5 Tabel ANOVA Parameter Tekstur
Sumber keragaman
Derajat Bebas
JK
KT
F hit
P
Blok
34
1,3017
0,0382
2,1201
,0021**
Lama Fermentasi
3
14,5573
4,8524
268,6972
,0000***
Galat
102
1,8420
0,0180

Total
139
17,7011


Tabel 2.6. Hasil Uji Lanjut BNJ Parameter Tekstur
Rangking
Perlakuan lama perendaman
Rerata
N- Non significant
Renges
1
72 jam
1,3854
35
a
2
48 jam
1,1097
35
   b
3
36 jam
0,914
35
     c
4
24 jam
0,5
35
        d
Kesimpulan:
1.      Fhitung ˃F0,05 (signifikan) maka terdapat perbedaan yang nyata pada tingkat warna dari keempat sampel tepung MOCAF (24, 36, 48, 72 jam).
2.      Tingkat warna tepung MOCAF 24 jam  berbeda nyata dengan tepung MOCAF 36 jam, tepung MOCAF 48 jam dan tepung MOCAF 72 jam.
3.      Fhitung ˃F0,05 (signifikan)  maka terdapat perbedaan yang nyata pada  tekstur dari keempat sampel tepung MOCAF (24, 36, 48, 72 jam).
4.      Tekstur  tepung MOCAF 24 jam  berbeda nyata dengan tepung MOCAF 36 jam, tepung MOCAF 48 jam dan tepung MOCAF 72 jam.



PEMBAHASAN
Modified Cassava Flour (MOCAF) merupakan produk turunan dari tepung singkong yang menggunakan prinsip modifikasi sel singkong secara fermentasi. Secara teknis, cara pengolahan MOCAF sangat sederhana, mirip dengan pengolahan tepung singkong biasa, namun disertai dengan proses fermentasi. Singkong dibuang kulitnya, dikerok lendirnya, dan dicuci bersih, kemudian dilakukan pengecilan ukuran singkong dilanjutkan dengan tahap fermentasi selama 12-72 jam. Setelah fermentasi, singkong dikeringkan kemudian ditepungkan sehingga dihasilkan produk. Prinsip dasar pembuatan MOCAF adalah dengan prinsip memodifikasi sel ubi kayu secara fermentasi dengan Bakteri Asam Laktat (BAL). Banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa MOCAF memiliki karakteristik yang hampir sama dengan tepung terigu sehingga MOCAF dapat menjadi bahan substitusi tepung terigu dalam pembuatan produk pangan yang berbahan baku tepung terigu (Devega, 2010).
Praktikum pembuatan tepung MOCAF ini dilakukan dengan 4 perlakuan yaitu perendaman selama 24 jam, 36 jam, 48 jam  dan 72 jam. Parameter yang dilihat adalah warna dan tekstur dengan jumlah panelis sebanyak 35 orang. Skala rangking yang digunakan pada warna adalah skala 1 sangat putih, skala 2 agak putih, skala 3 putih, skala 4 agak coklat dan skala 5 coklat. Berdasarkan hasil analisis data dengan analisis ragam ANOVA diketahui bahwa Fhitung perlakuan (yang dalam hal ini merupakan lama perendaman) lebih besar daripada Ftabel, Fhitung perlakuan sebesar 969,4521 sedangkan Ftabel perlakuan sebesar 1,000 yang menunjukkan adanya perbedaan nyata yang sanagt sangat signifikan (***). Berdasarkan hasil analisis ragam ANOVA pada taraf nyata 5% maka dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan yang nyata pada tingkat perendaman pada warna tepung MOCAF, sehingga dilakukan uji lanjut menggunakan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil uji lanjut BNJ pada taraf nyata 5% menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang nyata tingkat warna pada lama perendaman 72 jam dengan lama perendaman 48 jam, 36 jam dan 24 jam tepung MOCAF, begitupun dengan lama perendaman 48 jam dengan lama perendaman 36 jam dan 24 jam menunjukkan perbedaan yang nyata pada tingkat warna tepung MOCAF. Tepung mocaf dengan perlakuan lama perendaman 72 jam memiliki tingkat warna keputihan lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lama perendaman 24 jam, 36 jam dan 48 jam.
Skala rangking yang digunakan pada tekstur adalah skala 1 paling lembut, 2 lembut, 3 agak lembut ,4 agak kasar dan 5 kasar. Perlakuan pada tekstur dari 4 perlakuan, didapatkan hasil bahwa Fhitung perlakuan (yang dalam hal ini merupakan 4 perlakuan perendaman) lebih besar daripada Ftabel perlakuan, Fhitung perlakuan sebesar 268,6972 sedangkan Ftabel perlakuan sebesar 1,000 yang menunjukkan adanya perbedaan nyata yang sanagt sangat signifikan (***).  Berdasarkan hasil analisis ragam ANOVA pada taraf nyata 5% maka dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan yang nyata pada tingkat perendaman pada tekstur tepung MOCAF, sehingga dilakukan uji lanjut menggunakan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil uji lanjut BNJ pada taraf nyata 5% menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang nyata pada tingkat tekstur untuk lama perendaman 72 jam dengan lama perendaman 48 jam, 36 jam dan 24 jam tepung MOCAF, begitupun dengan lama perendaman 48 jam dengan lama perendaman 36 jam dan 24 jam menunjukkan perbedaan yang nyata pada tingkat tekstur tepung MOCAF. Tepung mocaf dengan perlakuan lama perendaman 72 jam memiliki tingkat tekstur kelembutan lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lama perendaman 24 jam, 36 jam dan 48 jam.
Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan, diketahui bahwa pada perlakuan perendaman selama 72 jam memberikan hasil yang paling efektif terhadap perendaman untuk menghasilkan tepung MOCAF yang baik. Dengan tekstur yang lembut dan warna sangat putih bila dibandingan dengan 3 perlakuan lainnya. Fermentasi memberikan hasil yang bervariasi terhadap derajat putih dan tekstur MOCAF. Hal ini dipengaruhi oleh dua faktor yakni penambahan starter dan lama perendaman yang mempengaruhi kadar air, kadar pati, tekstur dan warna pada tepung MOCAF. Inokulum adalah kultur mikroba yang dimasukkan (diinokulasi) ke dalam medium fermentasi. Inokulum (yang dalam hal ini merupakan starter atau ragi) sendiri merupakan zat yang menyebabkan fermentasi. Ragi mengandung mikroorganisme yang melakukan fermentasi dan media biakan ini dapat berbentuk butiran-butiran kecil atau cairan nutrient. Mikroorganisme yang digunakan di dalam ragi umumnya terdiri atas berbagai bakteri dan fungi, yaitu Rhizopus, Aspergillus, Mucor, Amylomyces, Endomycopsis, Saccharomyces, Hansenula, Lactobacillus, Acetobacter, dan sebagainya. Inokulum ditambahkan ke dalam medium fermentasi biasanya berkisar antara 3%-10% dari volume medium.
Hasil pengamatan yang didapatkan sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan Hidayat (2009), semakin tinggi penambahan starter maka rendemen yang dihasilkan semakin tinggi. Hal ini karena semakin banyak starter yang ditambahkan maka pembentukan enzim oleh starter yaitu bakteri Acetobacter xylinum akan semakin banyak, menyebabkan rendemen dari tepung MOCAF yang dihasilkan semakin tinggi. Bakteri Acetobacter xylinum selama pertumbuhannya dapat menghasilkan enzim pektinolitik dan enzim selulolitik yang dapat menghancurkan dinding sel dari singkong, sehingga dengan hancurnya dinding sel tersebut menyebabkan komponen penimbul warna menjadi hilang dan membuat produk hasil fernentasi menjadi lebih putih. Sama halnya dengan pengaruh perendaman terhadap tingkat warna keputihan dari tepung MOCAF. Menurut Amanu (2014), meningkatnya derajat putih MOCAF disebabkan karena selama proses perendaman (fermentasi) terjadi penghilangan komponen penimbul warna dan protein yang dapat menyebabkan warna coklat ketika pengeringan, dampaknya warna MOCAF yang dihasilkan lebih putih.
Pengaruh penambahan starter terhadap tekstur tepung MOCAF yakni semakin tinggi penambahan starter maka tekstur semakin baik. Hal ini disebabkan karena semakin banyak starter yang ditambahkan maka tekstur dari tepung mocaf yang dihasilkan semakin disukai. Hali ini disebabkan karena bakteri Acetobacter xylinum dapat memecah pati dan selulosa sehingga membentuk granula pati yang halus dan lembut, menyebabkan tepung MOCAF yang dihasilkan bertekstur lembut (Hidayat, 2009). Sama halnya dengan lama perendaman yang mempengaruhi tekstur tepung MOCAF. Menurut Amanu (2014), semakin lama fermentasi maka tekstur yang dihasilkan semakin baik. Hal ini disebabkan karena semakin lama fermentasi maka produksi enzim pektinolitik dan enzim selulolitik semakin banyak, dengan semakin banyaknya kedua enzim tersebut maka pemecahan pati dan selulosa menjadi granula-granula halus akan semakin tinggi, menyebabkan tekstur dari MOCAF semakin lembut.
Tepung MOCAF dapat terbentuk karena adanya proses fermentasi selama perendaman. Selama proses fermentasi sel-sel dari singkong akan dihancurkan oleh enzim pektinolitik dan selulolitik dari mikroba Acetobacter xylinum. Dinding sel singkong yang dihancurkan tadi akan membentuk liberasi granula pati yang selanjutnya granula pati tersebut akan mengalami hidrolisis yang menghasilkan monosakarida sebagai bahan baku untuk menghasilkan asam-asam organik (Subagio, 2011).
Penggunaan tepung MOCAF dalam pembuatan produk memiliki keunggulan dari segi karakteristik, fisik, organoleptik dan ekonomis. Karakteristik dari tepung MOCAF yaitu tingkat viskositas tepung yang tinggi sehingga tepung tersebut bisa lengket lebih baik ketika diadon bersama air dibandingkan viskositas tepung terigu yang rendah. Karena kandungan pati tepung MOCAF lebih tinggi dibandingkan tepung lainnya. Meningkatnya viskositas disebabkan proses liberasi granula pati yang merubah karakteristik tepung (Hidayat, 2009).
MOCAF dapat digunakan sebagai food ingredient dengan penggunaan yang sangat luas. Hasil uji coba penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa MOCAF dapat digunakan sebagai bahan baku dari berbagai jenis makanan, seperti kue brownish, kue kukus dan sponge cake dapat dibuat dengan berbahan baku MOCAF sebagai campuran tepungnya hingga 80%. MOCAF juga dapat menjadi bahan baku beragam kue kering seperti cookies, nastar, dan kastengel (Widya, 2011).



KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pengamatan maka dapat diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut :
1.        Modified Cassava Flour (MOCAF) merupakan produk turunan dari tepung singkong yang menggunakan prinsip modifikasi sel singkong secara fermentasi. 
2.        Prinsip dasar pembuatan MOCAF adalah dengan prinsip memodifikasi sel ubi kayu secara fermentasi dengan Bakteri Asam Laktat (BAL). 
3.        Banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa MOCAF memiliki karakteristik yang hampir sama dengan tepung terigu sehingga MOCAF dapat menjadi bahan substitusi tepung terigu dalam pembuatan produk pangan yang berbahan baku tepung terigu.
4.        Perlakuan perendaman selam 72 jam memberikan hasil yang paling efektif terhadap perendaman untuk menghasilkan tepung MOCAF yang baik, dengan tekstur yang lembut dan warna sangat putih. 
5.        Perendaman selam 24 jam, warna pada tepung MOCAF agak kecoklatan atau coklat dan teksturnya agak lembut, jadi lama perendaman mempengaruhi warna dan tekstur dari tepung MOCAF yang dihasilkan.  


DAFTAR PUSTAKA
Amanu, F.N. 2014. Pembuatan Tepung MOCAF Di Madura (Kajian Varietas Dan Lokasi Penanaman) Terhadap Mutu dan Rendemen. Jurnal Pangan dan Agroindustri. 2 (3):161-169.

Devega, M. 2010.Peranan Modified Cassava Flour(MOCAF) Sebagai Bahan Substitusi Tepung Terigu Pada ProsesPembuatan Mie Dalam Upaya Mengurangi Impor Gandum Nasional. Bogor : Institut Pertanian Bogor.

Hidayat, B. 2009. Karakteristik Tepung Ubi Kayu Modifikasi. Bandar Lampung: Gramedia Pustaka Utama.

Prasetyoningtyas, A. 2012. Pengaruh Subtitusi MOCAF (Modified Cassava Flour) Terhadap Sifat Organoleptik Roti Kering (Bagelen). Surabaya: PKK FT UNESA.

Salim, E. 2011. Mengolah Singkong Menjadi Tepung MOCAF, Bisnis Alternatif Pengganti Terigu. Jakarta: Gramedia.

Subagio, A. 2011. Industrialisasi Modified Cassava Flour (MOCAF) sebagai Bahan Baku Inddustri Pangan untuk Menunjang Diversifikasi Pangan Pokok Nasional. Jember: Universitas Jembar.

Widya, R. 2011. Teknologi Pembuatan Makanan Dengan Menggunakan Tepung Mocaf Sebagai Subtitusi Tepung Terigu. Medan: STPP Medan.

Komentar